KesehatanNasional

Label Gizi Depan Kemasan Bantu Konsumen Ambil Pilihan

Jakarta, BI [09/10] – Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 mengindikasikan bahwa 23,4% orang dewasa di atas 18 tahun mengalami obesitas, kenaikan signifikan dari angka 15,4% satu dekade lalu. Survei lain pada 2023 menunjukkan bahwa 17,6% remaja usia 13–17 tahun mengalami berat badan berlebih. Salah satu faktor utama di balik kenaikan ini adalah meningkatnya konsumsi makanan dan minuman kemasan tinggi gula, garam, dan lemak.

Seiring semakin tersedianya makanan dan minuman kemasan, konsumen dapat kesulitan menentukan produk mana yang lebih sehat. Meskipun informasi nilai gizi sering kali tersedia pada bagian di belakang kemasan, banyak konsumen tidak memperhatikannya saat mengambil keputusan pembelian. Bagi konsumen yang membacanya, informasi tersebut belum tentu mudah dipahami.

Untuk membantu mengatasi masalah ini, World Health Organization (WHO) mendukung Pemerintah Indonesia menerapkan label gizi depan kemasan, yang menampilkan informasi nilai gizi dalam format sederhana pada sisi depan kemasan makanan dan minuman. Label ini membantu konsumen mengidentifikasi dengan cepat opsi-opsi lebih sehat tanpa harus mencerna tabel nilai gizi yang terperinci.

Label gizi depan kemasan merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang telah terbukti membantu konsumen mengambil keputusan lebih sehat serta mendorong produsen meningkatkan kualitas gizi produk mereka. Label gizi depan kemasan adalah salah satu best buy WHO, suatu langkah efektif dan efisien untuk menurunkan penyakit tidak menular.

Sejak 2023, WHO memberikan dukungan teknis dan melakukan advokasi kepada Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dukungan ini meliputi pelatihan tentang label gizi dan diskusi kebijakan bersama pakar-pakar dari Sri Lanka, India, dan Australia.

Salah satu tonggak penting dicapai pada 2024. Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM, advokasi dan bantuan teknis WHO dalam penyusunan peraturan berkontribusi pada pencantuman pasal-pasal tentang label gizi depan kemasan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ini menjadi dasar hukum untuk mewajibkan label gizi depan kemasan di seluruh wilayah Indonesia.

WHO terus mendukung Kementerian Kesehatan dan BPOM sepanjang tahun 2025 dan 2026 dalam menyusun peraturan-peraturan yang akan menerapkan kebijakan tersebut. Dukungan ini berkontribusi pada penerbitan dua kebijakan utama tentang Nutri-Level, sistem label gizi depan kemasan Indonesia.

Yang pertama adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 301 Tahun 2026, yang bersifat sukarela bagi produsen minuman siap saji. Kebijakan kedua adalah Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026, yang bersifat wajib bagi produsen minuman kemasan dalam dua tahun mendatang.

Dalam sistem ini, minuman diberi tingkat A hingga D berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya. Tingkat A menunjukkan opsi paling sehat, sedangkan tingkat D opsi paling kurang sehat. Label-label Nutri-Level akan dicantumkan pada kemasan minuman, menu restoran, dan platform digital pemesanan makanan, sehingga konsumen dapat melihat informasi gizi penting dengan cepat dan mudah.

WHO akan terus mendukung Kementerian Kesehatan dan BPOM menerapkan kebijakan ini dengan bantuan teknis, sambil tetap mengadvokasikan penguatan kebijakan untuk membuat skema Kementerian Kesehatan menjadi bersifat wajib serta menerapkan label gizi depan kemasan pada kategori-kategori pangan lain. WHO juga akan mendukung evaluasi efektivitasnya untuk memandu penguatan kebijakan lebih lanjut.

Seiring dengan mulai dicantumkannya label Nutri-Level di seluruh Indonesia, jutaan penduduknya akan memiliki sarana sederhana untuk mengambil pilihan lebih sehat setiap hari. Dengan membuat informasi gizi lebih mudah dipahami, kebijakan ini akan membantu mewujudkan masa depan yang lebih sehat bagi generasi-generasi mendatang. [BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.