Saung Angklung Dan Tari (SAT) HK Berharap Semakin Diminati dan Dikenal Dunia

Hong Kong, BI [04/01] – Saung Angklung dan Tari (SAT) Hong Kong adalah sebuah Komunitas Kelompok Budaya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang juga melestarikan kesenia musik angklung dan tari tradisional Indonesia.
SAT sering tampil bersama di acara budaya, termasuk didukung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.
Komunitas tradisional instrumen musik dari Indonesia ini didirikan oleh Bapak Ade Maolana pada tanggal 31 Agustus 2014. SAT bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan salah satu Budaya Indonesia yaitu Angklung.
Angklung sendiri berasal dari Jawa Barat. Terbuat dari bambu dan untuk memainkannya dengan menggoyangkan untuk menghasilkan suara. Angklung juga sudah diakui oleh UNESCO sejak 2010 sebagai salah satu Warisan Budaya tak benda.

SAT juga sering diundang untuk mengisi acara-acara yang diadakan oleh BUMN di Hong Kong ataupun Pemerintah Hong Kong. Seperti Hong Kong Flower Show (acara tahunan pemerintah Hong Kong), Cheers, Etnic Culture. Sesama organisasi di Hong Kong juga sering mengundangnya untuk mengisi acara, baik acara hiburan ataupun kerohanian. Yang terbaru, SAT mengisi acara untuk Perayaan Natal di beberapa Gereja di Hong Kong.
Lagu-lagu yang diiringi SAT pun bervariasi ada berbahasa Indonesia, Kantonis, Mandarin bahkan Inggris. Penampilan SAT juga sangat iconic dengan memakai pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air. Berbagai acara besar SAT memakai kebaya, dan ini merupakan identitas SAT.
Galuh Nurviansyah, ketua SAT, berharap SAT dapat lebih maju dan semakin banyak diminati dan dikenal warga lokal dan mancanegara yang ada di Hong Kong.
“Saya berharap bersama teman-teman yang bergabung di komunitas ini, semoga SAT kedepannya lebih maju, lebih kompak dan semakin banyak diminati serta dikenal warga lokal dan mancanegara yang ada di Hong Kong,” harapnya.
Galuh juga mengajak teman-teman untuk selalu semangat bersama melestarikan Budaya Indonesia. “Mari teman-teman kita selalu semangat bersama untuk melestarikan Budaya Indonesia,” tambahnya.
Mencintai Budaya Nasional (rasa bangga dan kepemilikan) bisa diwujudkan secara nyata melalui tindakan melestarikan Budaya Indonesia (menjaga, mempraktikkan, dan meneruskan), yang keduanya saling menguatkan sebagai identitas bangsa dan perekat persatuan dalam keberagaman.
Bagi teman-teman pecinta seni, dan ingin bergabung untuk mempelajari kesenian angklung, kalian bisa menghubungi Galuh +852 5684 1836.(esti)



