Restoran Odelice Di Sha Tin Dikaitkan Dengan Peristiwa Keracunan Tiram

Hong Kong, BI [06/02] – Otoritas kesehatan Hong Kong melaporkan peningkatan tajam kasus keracunan makanan yang terkait dengan tiram mentah, dengan 16 insiden tercatat hanya dalam lima hari pertama bulan Februari. Pusat Perlindungan Kesehatan sedang menyelidiki dua klaster baru yang melibatkan empat orang yang jatuh sakit setelah makan di restoran Odelice di New Town Plaza, Sha Tin.
Keempat individu tersebut, berusia antara 28 dan 38 tahun, mengalami gejala termasuk sakit perut, muntah, diare, dan demam 20 hingga 42 jam setelah makan pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari. Tes laboratorium mengkonfirmasi adanya norovirus pada salah satu orang yang terinfeksi. Investigasi awal mengidentifikasi tiram mentah sebagai makanan umum yang dikonsumsi oleh keempat orang tersebut.
Insiden ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas dan mengkhawatirkan. Hong Kong mengalami lonjakan dramatis kasus keracunan makanan, dengan kasus meningkat dari rata-rata satu kasus per minggu pada akhir Desember menjadi empat kasus per minggu pada Januari, dan 16 kasus tercatat hanya dalam lima hari pertama Februari saja. Sejak 18 Januari, otoritas kesehatan telah mengidentifikasi 23 wabah yang memengaruhi 69 orang, 87% di antaranya terkait dengan norovirus. Semua kasus telah ditelusuri berasal dari konsumsi tiram mentah yang berasal dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Prancis, yang mengakibatkan lima orang dirawat di rumah sakit.
Sebagai tanggapan terhadap investigasi kasus Odelice, Pusat Keamanan Pangan telah menangguhkan impor dan penjualan tiram mentah dari pemasok Korea Selatan tertentu, Seojun Mulsan Co., Ltd. Petugas kesehatan juga memperingatkan aktivitas norovirus yang tinggi di destinasi wisata populer lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan, mendesak masyarakat untuk menjaga kebersihan makanan dan pribadi yang ketat, terutama saat mengonsumsi makanan laut mentah. [BI]



