Nasional

Sebanyak 45 RT Dan 21 Ruas Jalan Terdampak Curah Hujan

Jakarta, BI [19/01] – Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah kawasan. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, hingga pukul 16.00 (18/1), ada sebanyak 45 RT dan 21 ruas jalan yang terdampak dengan ketinggian air yang bervariasi. Mulai dari 20 hingga 90 sentimeter.

Dampaknya, beberapa lalu lintas jalan sulit dilintasi. Bahkan, layanan KRL juga sempat terganggu karena lintasan di kawasan Kampung Bandan terdampak genangan. Tidak hanya itu, Ancol juga melonggarkan pengunjung yang memiliki tiket kunjungan karena cuaca ekstrem tersebut. Yakni, tiket yang seharusnya digunakan kemarin, bisa digunakan sampai 1 Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji menuturkan, berdasar info BMKG, sebaran curah hujan di Jakarta menunjukkan ungu (ekstrem) sampai dengan merah (sangat lebat) selama 24 jam. Dari data yang mereka miliki, wilayah paling terdampak berada di Jakarta Barat dengan total 19 RT tergenang. Genangan itu terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kamal, dan Tegal Alur. Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Semongol.

Di Jakarta Pusat, genangan merendam 13 RT di Kelurahan Serdang dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Sementara di Jakarta Timur, tercatat 8 RT tergenang di wilayah Cakung Barat, Rawa Terate, dan Cawang. Ketinggian air tertinggi terjadi di Kelurahan Rawa Terate yang mencapai 50–90 sentimeter akibat hujan lebat.

Adapun di Jakarta Utara, terdapat 5 RT terdampak di Kelurahan Pademangan Barat, Tanjung Priok, dan Kapuk Muara. ”Selain hujan, ketinggian air di Kapuk Muara juga dipengaruhi banjir rob,” ujarnya.

Lantaran curah hujan tinggi itu, beberapa warga harus mengungsi. Di Jakarta Barat, sebanyak 12 KK atau 29 jiwa mengungsi di RPTRA Alur Anggrek, Kelurahan Tegal Alur. Sementara di Jakarta Timur, 12 KK atau 24 jiwa dari Kelurahan Rawa Terate mengungsi di Lapangan United Tractors dan Masjid Al Istiqomah.

Dia menyebutkan, BPBD DKI telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upaya penyedotan genangan terus dilakukan guna memastikan saluran air berfungsi optimal.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan sejak Jumat (16/1) hingga Kamis (22/1). Untuk hari ketiga, OMC yang dilakukan sebanyak tiga kali sorti dari Bandara Halim, Perdanakusuma, Jakarta Timur.

”Sorti pertama difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi (proses jatuhnya air) dapat terkonsentrasi di wilayah perairan,” katanya.

Sementara yang kedua dilakukan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya. Lalu, yang ketiga, penyemaian difokuskan pada wilayah udara Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentukan hujan.

”Setiap sorti, bahan semai sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) ataupun Kalsium Oksida (CaO),” terangnya. Kedua bahan semai cukup berbeda, salah satunya titik leleh. CaO memiliki titik leleh yang sangat tinggi, sekitar 2.572°C – 2.614°C, sedangkan NaCl meleleh pada suhu yang jauh lebih rendah, yaitu sekitar 801°C.(rya/)

 

 

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.