Dukcapil: Jumlah Penduduk RI Sebanyak 288 Juta Jiwa per Akhir 2025

Jakarta, BI [13/03] – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, mengungkapkan data kependudukan bersih semester II tahun 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.
Jumlah tersebut meningkat 1.621.396 jiwa dibandingkan dengan rilis data semester I tahun 2025.
“Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” kata Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3).
Teguh merinci, dari total penduduk tersebut terdapat 145.498.082 laki-laki dan 142.816.997 perempuan. Dengan demikian, jumlah penduduk Indonesia masih didominasi oleh laki-laki.
Berdasarkan wilayah, sebaran penduduk terbesar berada di Pulau Jawa dengan persentase 55,81 persen dari total penduduk nasional. Posisi kedua ditempati Pulau Sumatera dengan 21,88 persen.
Teguh juga memaparkan data penduduk berdasarkan status perkawinan pada semester II tahun 2025. Tercatat 131 juta jiwa belum kawin, 137 juta jiwa telah kawin, 5 juta jiwa cerai hidup, dan 14 juta jiwa cerai mati.
“Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah,” jelasnya.
Selain itu, jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) mencapai 199 juta jiwa atau sekitar 69,03 persen dari total penduduk.
“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah yang patut kita syukuri. Bahwasanya sampai tahun 2030 sekian yang namanya bonus demografi. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usia produktif tersebut,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, rilis data kependudukan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 mengenai Administrasi Kependudukan. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil merilis data kependudukan dua kali dalam setahun, yakni semester I pada 30 Juni dan semester II pada 31 Desember. [BI]



