Kesehatan

Delapan Makanan Olahan Yang Diam – Diam Naikan Tekanan Darah

Jakarta, BI [02/05] – Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dijuluki silent killer karena jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi perlahan merusak pembuluh darah, jantung, otak, dan ginjal. Pola makan berperan besar dalam kondisi ini, bahkan menjadi salah satu faktor risiko yang paling bisa dikendalikan.

Konsumsi makanan olahan dan ultraproses berkaitan erat dengan meningkatnya kasus hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Berikut daftar makanan olahan yang paling sering berkontribusi pada kenaikan tekanan darah.

1. Daging olahan (sosis, nugget, ham, bacon)

Daging olahan merupakan salah satu sumber natrium tertinggi dalam pola makan modern. Proses pengawetan menggunakan garam, nitrit, dan bahan tambahan lain membuat kandungan garamnya jauh melampaui daging segar.

Asupan natrium berlebihan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Volume darah meningkat, tekanan pada dinding pembuluh darah pun naik. Inilah mekanisme utama bagaimana daging olahan memicu hipertensi.

Konsumsi daging olahan secara rutin berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

2. Makanan kaleng

Sup kaleng, sayuran kaleng, hingga ikan kaleng sering dianggap praktis dan tahan lama. Namun, banyak produk ini mengandung garam dalam jumlah besar untuk menjaga rasa dan daya simpan.

Bahkan makanan kaleng yang terasa “tidak asin” tetap bisa menyumbang natrium signifikan. Dalam satu porsi, kandungan garamnya bisa mendekati atau melampaui rekomendasi harian.

Makanan kaleng sebagai salah satu kontributor utama asupan natrium berlebih di masyarakat

3. Mi instan

Mi instan dikenal sebagai makanan cepat saji yang sangat tinggi natrium. Bumbu instan di dalamnya sering mengandung kombinasi garam, MSG, dan penguat rasa lain.

Satu porsi mi instan bisa mengandung lebih dari setengah batas asupan natrium harian yang direkomendasikan. Konsumsi rutin meningkatkan risiko hipertensi, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi garam lainnya.

Penelitian menunjukkan konsumsi mi instan berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik dan tekanan darah tinggi.

4. Keripik dan snack asin kemasan

Keripik kentang, kerupuk, dan camilan gurih kemasan dirancang untuk menggugah selera, salah satunya dengan kadar garam yang tinggi. Kombinasi garam dan lemak membuatnya mudah dikonsumsi berlebihan.

Masalahnya bukan hanya kandungan natrium, tetapi juga sulitnya mengontrol porsi. Dalam satu kali ngemil, asupan garam bisa melonjak tanpa disadari.

Camilan asin merupakan sumber tersembunyi natrium yang berkontribusi pada tingginya prevalensi hipertensi global.

5. Keju olahan

Keju olahan dan keju leleh sering mengandung natrium lebih tinggi dibanding keju alami. Garam digunakan untuk rasa, tekstur, dan daya simpan.

Dalam jumlah kecil, keju mungkin tampak tidak bermasalah. Namun, konsumsi rutin, terutama dalam makanan cepat saji, dapat memperbesar asupan natrium harian secara signifikan.

Orang dengan hipertensi sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsi keju tinggi garam.

6. Roti putih dan produk bakery olahan

Roti tidak selalu terasa asin, tetapi sering menyumbang natrium cukup besar karena dikonsumsi dalam jumlah sering. Roti putih, roti tawar kemasan, dan produk bakery olahan menggunakan garam dalam proses produksinya.

Karena roti adalah makanan pokok bagi banyak orang, kontribusi natriumnya menjadi signifikan dalam jangka panjang.

Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut roti sebagai salah satu sumber natrium terbesar dalam pola makan sehari-hari.

7. Saus botolan dan bumbu siap pakai

Kecap, saus sambal, saus tomat, dan saus salad kemasan sering kali tinggi natrium dan gula. Satu sendok makan saja bisa mengandung ratusan miligram natrium.

Karena digunakan sebagai pelengkap, konsumsi saus sering luput dari perhitungan asupan garam harian. Padahal, pemakaiannya bisa berulang dalam satu kali makan.

Sangat penting untuk selalu membaca label natrium pada produk saus dan bumbu kemasan.

8. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji biasanya mengombinasikan berbagai komponen tinggi natrium: daging olahan, keju, saus, dan roti. Dalam satu menu, asupan garam bisa melebihi kebutuhan harian.

Konsumsi rutin makanan cepat saji terbukti berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, obesitas, dan penyakit jantung.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultraproses berkorelasi dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. [*]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.