
WhatsApp Username Dinilai Rawan Penipuan dan Phishing
Jakarta, BI [18/08] – Setelah perencanaan bertahun-tahun, WhatsApp akhirnya merilis fitur username. Perilisan ini pun mulai memunculkan kekhawatiran soal penipuan. Pada awal minggu ini, Meta membuka sistem pemesanan untuk sekitar 3 miliar pengguna untuk mengamankan username unik.
Fitur ini, yang diperkirakan akan resmi meluncur tahun ini, membuatnya menjadi aplikasi yang mengutamakan username dan bukan nomor telepon seperti sejak peluncuran aplikasi ini pada 2009.
Meta, perusahaan induk WhatsApp menggambarkan perubahan ini sebagai peningkatan, terutama bagi merek dan tokoh terkenal yang ingin mempertahankan konsistensi di berbagai platform.
Perusahaan juga menyebutkan bahwa fitur ini akan memberi manfaat keamanan, sebagaimana pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor telepon mereka kepada orang lain.
Namun, terdapat kekhawatiran yang bermunculan mengenai penipu yang akan menyalahgunakan fitur tersebut atau bahkan mungkin sudah ada.

Tanggapan WhatsApp Terhadap Penipu
Anders Larsson, mantan eksekutif teknologi dan tokoh YouTube, via platform X bertanya kepada WhatsApp secara gamblang mengenai rencananya dalam menghadapi calon penipu yang akan menggunakan username tokoh terkenal (dengan merek dagang terdaftar) untuk menipu orang lain begitu fitur ini diluncurkan.
Akun resmi WhatsApp pun membalas postingan tersebut dengan mengatakan, “Nama tokoh terkenal hanya dimiliki pemilik asli yang dapat mengklaimnya sehingga sistem kami bisa mendeteksi dan menghapus potensi peniruan. Selain itu, kreator, bisnis kecil, dan organisasi bisa mengklaim username mereka yang sudah ada di Instagram atau Facebook ke WhatsApp.”
Dalam pernyataan WhatsApp kepada Inc., juru bicaranya menyatakan “Kami sudah menahan nama-nama terkenal seperti tokoh publik, lembaga pemerintah, selebriti, serta akun Meta yang terverifikasi. Dengan demikian, nama-nama tersebut hanya bisa diklaim oleh pemilik aslinya, dan nama-nama duplikat yang mirip dengan nama-nama terkenal juga ditahan, demi terhindar dari peniruan identitas.”
Terlepas dari itu, sudah ada tanda-tanda sistem ini menunjukkan kemungkinan adanya masalah.
Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis di aplikasi X bahwa saat Selasa, 30 Juni 2026, dirinya tidak bisa mengamankan username @cz_binance, di mana ia sudah menggunakannya di X dan platform lain.
Didukung pengguna lainnya, yang mengklaim username mereka telah digunakan, serta oleh mereka yang menyatakan bahwa mereka sendiri telah mengklaim nama-nama terkenal.
Hal tersebut bukan hanya seorang yang mengantisipasi adanya potensi penyalahgunaan ini. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY), meminta WhatsApp untuk menghentikan sementara peluncuran fitur tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan ketat.
MeitY mengklaim fitur tersebut kemungkinan besar akan “secara signifikan meningkatkan insiden penipuan online, phishing, penipuan penahanan digital, dan serangan peniruan identitas” melalui mekanisme yang sama dengan yang telah disoroti oleh Larsson.[BI]




