
Polisi Menahan PRT Asal Indonesai Atas Dugaan Sebabkan Balita Luka Bakar Parah
Hong Kong, BI [20/08] – Sebuah kasus yang memprihatinkan muncul di Hong Kong, seorang anak perempuan berusia dua tahun mengalami luka bakar parah pada tangannya di rumah keluarganya pada siang hari tanggal 19 Agustus.
Ibu anak tersebut mengungkapkan kekhawatirannya di media sosial, melaporkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan pekerja rumah tangga asal Indonesia—yang baru bekerja selama lebih dari empat bulan—membawa balita itu ke kamar mandi; beberapa menit kemudian, anak itu keluar dalam keadaan terluka dengan kondisi kulit yang rusak parah.
Sang ibu juga mendapati adanya memar di dahi anaknya dan menuduh pekerja tersebut memberikan keterangan yang tidak konsisten mengenai kejadian itu, baik kepadanya maupun kepada polisi.
Awalnya, pekerja rumah tangga itu mengaku bahwa anak tersebut meraih panci masak dan tidak sengaja membakar dirinya sendiri, namun kemudian mengubah keterangannya dengan mengatakan bahwa anak itu menyalakan keran air untuk bermain. Penjelasan-penjelasan ini tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian maupun rekaman yang terlihat.
Rincian yang diunggah secara daring menjelaskan bagaimana sang ibu—yang merupakan bagian dari keluarga dengan penghasilan ganda dan sangat bergantung pada pekerja tersebut untuk mengurus dua anak kecil—baru mengetahui adanya luka tersebut setelah jeda waktu tertentu.
Bukti rekaman pengawas menunjukkan bahwa pekerja itu mengambil es dari dapur pada pukul 14.58, namun baru memberi tahu majikannya mengenai luka tersebut pada pukul 15.18. Saat memeriksa luka anaknya, sang ibu yakin bahwa cedera tersebut bukan akibat kecelakaan.
Ia menjelaskan kecurigaannya lebih lanjut dengan menyatakan bahwa anak seusia dan setinggi anaknya tidak mungkin bisa menyalakan keran air sendirian. Rasa frustrasi sang ibu semakin memuncak karena keterangan yang diberikan terus berubah-ubah, bahkan setelah adanya pemeriksaan oleh polisi. Pekerja tersebut—yang penghasilannya baru saja cukup untuk melunasi utang pribadinya—dilaporkan sedang menjalani penyelidikan di Kantor Polisi Distrik Yuen Long atas tuduhan penganiayaan atau penelantaran anak yang berada dalam pengawasannya.
Sang ibu mengungkapkan kesedihan mendalam atas penderitaan anaknya, yang kini mengalami luka bakar serius dan berisiko memiliki bekas luka permanen atau keterbatasan gerak. Ia meminta dukungan masyarakat luas serta mendesak pemerintah untuk menjamin kesejahteraan anak dan memperketat pengawasan terhadap pekerja rumah tangga guna mencegah terjadinya tragedi serupa di masa depan.[BI]




