Hong Kong

Pemilik Anjing Besar Penyerang Anjing Kecil Terima Penangguhan Tahanan

Hong Kong, BI [20/08] – Pemilik seekor anjing besar yang menyerang hingga menewaskan dua hewan peliharaan berukuran lebih kecil di Yuen Long pada hari Senin telah diberikan penangguhan penahanan dengan jaminan tunai sebesar HK$3.000, setelah didakwa gagal mengendalikan hewan tersebut dengan semestinya.

Terdakwa berusia 52 tahun yang bermarga Ng tersebut hadir di Pengadilan Magistrat Tuen Mun pagi ini untuk sidang perdana. Ia menghadapi dua dakwaan karena membiarkan anjing besar masuk atau berada di tempat umum, yang melanggar Peraturan tentang Anjing Berbahaya (Dangerous Dogs Regulation).

Pengadilan mendengar keterangan bahwa pemilik gagal mengendalikan anjing jantan ras campuran miliknya dengan benar menggunakan tali penuntun yang panjangnya tidak lebih dari dua meter, pada tanggal 10 Juli di YOHO Mall dan 17 Agustus di YOHO MIX.

Penjabat Hakim Utama Daniel Tang Siu-hung mengabulkan permohonan jaksa untuk menunda persidangan selama 10 minggu hingga 29 Oktober.

Menurut peraturan perundang-undangan Hong Kong, seorang hakim dapat menetapkan status “anjing berbahaya” bagi seekor hewan jika hewan tersebut menyerang hewan lain tanpa provokasi, yang mengakibatkan kematian atau cedera serius.

Dalam sebuah program radio, Florence Tang Mei-kuen, seorang dokter hewan terdaftar sekaligus dosen di Sekolah Ilmu Biomedis Universitas Tiongkok Hong Kong (The Chinese University of Hong Kong), menyatakan bahwa garis keturunan anjing tersebut sebagai Spanish Mastiff saja tidak secara otomatis menggolongkannya sebagai anjing berbahaya.

Ia menambahkan bahwa karena anjing tersebut menyerang hewan peliharaan yang lebih kecil tanpa provokasi yang jelas, pengadilan akan menilai apakah ada risiko perilaku tersebut terulang kembali dengan mempertimbangkan situasi khusus insiden itu serta temperamen hewan secara keseluruhan.

Tang mencatat bahwa keputusan apa pun mengenai tindakan mematikan hewan tersebut secara manusiawi sepenuhnya berada di tangan pengadilan. Meskipun mengakui adanya gejolak emosi publik pasca-insiden mematikan tersebut, ia menegaskan bahwa anjing besar yang terlibat adalah makhluk hidup, dan bahwa eutanasia merupakan masalah serius yang harus diputuskan berdasarkan evaluasi hukum yang objektif, bukan reaksi emosional.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.