
17 Orang Terluka Akibat Gempa 5,9 Magnitudo Di Ibaraki dan Tokyo
Tokyo, BI [23/08] – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 melanda wilayah selatan Prefektur Ibaraki sekitar pukul 02.00 dini hari, mengguncang area luas di wilayah Kanto dan menyebabkan pusat kota Tokyo mencatat tingkat intensitas “5-rendah” (skala Jepang) untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun.
Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, namun setidaknya 17 orang dilaporkan terluka—terutama akibat terjatuh atau terkena pecahan material—dengan rincian sembilan orang di Prefektur Saitama dan delapan orang di Prefektur Kanagawa.
Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa pusat gempa (hiposenter) berada pada kedalaman sekitar 68 kilometer dan memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi gempa susulan dengan intensitas hingga “5-rendah” dalam sepekan ke depan.
Guncangan kuat tercatat di beberapa wilayah Ibaraki, termasuk Omitama, Koga, Ryugasaki, dan Shimotsuma, serta di Kawaguchi (Saitama), Urayasu (Chiba), dan Distrik Adachi (Tokyo). Di kawasan Kiyosumi, Distrik Koto, pecahnya pipa air bawah tanah menyebabkan air membanjiri badan jalan, sementara operasional lift di sejumlah gedung terhenti akibat aktifnya sistem keamanan otomatis.
Operator melaporkan gangguan luas pada layanan kereta api di ibu kota dan prefektur sekitarnya; penundaan serta penghentian sementara layanan terjadi pada jalur JR East, Tobu, Keisei, Tokyu, Sotetsu, Toei Subway, dan Tokyo Metro selama proses pemeriksaan berlangsung.
Pihak berwenang mengonfirmasi tidak adanya kelainan atau masalah pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Tokai di Prefektur Ibaraki maupun di PLTN Fukushima Daiichi. [BI]




