InternasionalRagam

Lansia Osaka Bentuk Komunitas Agar Tak Mati Dalam Kesepian Dan Kesendirian

OSAKA, BI [12/09] – Di kawasan Nishinari, Osaka, Jepang, para lansia yang tidak memiliki keluarga untuk diandalkan membentuk komunitas agar tidak menghadapi akhir hidup dalam kesepian. Mereka bahkan mengatur pemakaman sejak masih hidup dan berkomitmen hadir untuk mengantar sesama anggota ketika meninggal.

Pada sebuah pemakaman di akhir Mei, sekitar 45 orang berkumpul di sebuah pusat komunitas di Nishinari. Dilansir dari Kyodo, Sabtu (12/9), seorang pria menangis di depan altar sambil berkata, “Mengapa kamu harus meninggalkan kami begitu cepat?” Para pelayat kemudian meletakkan bunga krisan putih di atas peti jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada sesama anggota komunitas.

Komunitas bernama Kamagasaki Miokuri no Kai atau Kamagasaki Send-off Association tersebut dibentuk untuk memastikan warga yang tidak memiliki kerabat dekat tetap mendapatkan akhir kehidupan yang bermartabat dan pemakaman yang layak.

Kelompok sukarelawan itu berdiri pada Februari 2012 atas prakarsa Yoshihiro Sugimoto, yang kini berusia 82 tahun. Pendeta Buddha Toyoko Nakahara, 65, kemudian mengambil alih kepemimpinan pada April setelah beberapa tahun terlibat dalam kegiatan kelompok tersebut.

Nakahara pertama kali mengetahui aktivitas komunitas itu melalui sebuah program televisi pada 2018. Ia kemudian tertarik dengan misi kelompok tersebut.

“Meninggal sendirian adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa pun,” kata Nakahara. “Saya ingin terlibat dalam kehidupan dan kematian orang-orang.”

Asosiasi tersebut terutama melayani warga Nishinari yang menerima bantuan sosial. Anggota membayar iuran 100 yen atau sekitar Rp11.400 per bulan. Saat ini terdapat sekitar 100 anggota, termasuk sukarelawan.

Sekitar 70 anggota telah menandatangani perjanjian yang memberikan wewenang kepada asosiasi untuk menangani pemakaman dan berbagai urusan mereka setelah meninggal.

Setiap anggota membawa kartu yang mencantumkan agama yang dianut serta informasi kontak Nakahara dan anggota kelompok lainnya. Ketika seorang anggota meninggal di rumah sakit atau fasilitas lain, pihak asosiasi akan dihubungi.

Sebagian biaya pemakaman ditanggung melalui bantuan yang tersedia ketika penerima kesejahteraan sosial meninggal. Rumah duka yang mendukung kegiatan kelompok juga menyediakan altar dan bunga secara gratis.

Nishinari memiliki sejarah panjang sebagai kawasan tempat para pekerja harian mencari pekerjaan. Pada masa pertumbuhan ekonomi Jepang yang pesat, banyak orang dari berbagai penjuru negeri datang ke Distrik Airin, yang dikenal luas sebagai Kamagasaki, untuk mencari nafkah.

Banyak anggota laki-laki asosiasi merupakan mantan pekerja harian. Sementara itu, sebagian anggota perempuan kehilangan suami yang dahulu bekerja sebagai pekerja harian.

Nakahara mengatakan banyak anggota enggan menceritakan masa lalu mereka.

Kazuyasu Ikeda, 82, merupakan salah satu anggota sejak asosiasi didirikan. Ia telah ikut mengantar sekitar 50 anggota menuju pemakaman. Ikeda sendiri terpisah dari keluarganya dan pindah ke kawasan tersebut sekitar 30 tahun lalu untuk mencari pekerjaan.

Kesepian jika meninggal sendirian,” kata Ikeda. “Diantar oleh orang lain juga membantu menjaga martabat orang yang telah meninggal.”

Kegiatan asosiasi tidak berhenti pada pemakaman. Mereka menggelar pertemuan rutin, mengunjungi makam, serta mempertemukan anggota untuk berbagi kenangan tentang mereka yang telah meninggal.

Hubungan antaranggotanya menjadi semakin penting seiring bertambah tuanya populasi Nishinari. Per 1 Agustus, warga berusia 65 tahun ke atas diperkirakan mencapai 36,1 persen dari populasi distrik tersebut. Angka itu merupakan yang tertinggi di Osaka dan berada di atas rata-rata nasional Jepang.

Jumlah anggota dan pemakaman diperkirakan terus bertambah. Para sukarelawan juga membantu membagikan buletin setiap dua bulan sebagai cara untuk memantau kondisi dan kesejahteraan anggota.

“Beban kerja cukup berat, dan saya khawatir apakah kami bisa terus menjalankan kelompok ini,” kata Nakahara. “Kami juga ingin berupaya menambah jumlah anggota yang dapat membantu sebagai sukarelawan.” [BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.