
Bank Darah Prancis Jadi Target Siber, Bertujuan “Mendidihkan” Darah
PRANCIS, BI [05/11] – Serangan siber bertujuan merusak cadangan darah dengan menaikkan suhu fasilitas penyimpanan dingin hingga melampaui titik didih. Namun, upaya itu berhasil digagalkan sebelum menimbulkan kerusakan.
Bank darah di Prancis menjadi salah satu target serangan siber yang menyasar sistem pendingin di sejumlah negara Eropa pada Minggu (01/11) dan Senin (02/11), kata otoritas Prancis pada Rabu (04/11).
French Blood Establishment (EFS) atau Badan Darah Prancis menyatakan bahwa sebuah “insiden keamanan siber” menargetkan penyedia layanan pendingin yang memengaruhi sistem kendali di tiga lokasi penyimpanan plasma dan sampel darah.
Serangan tersebut berupaya menaikkan suhu penyimpanan ke tingkat yang sangat tinggi. Namun, upaya itu berhasil digagalkan sebelum menimbulkan kerusakan. EFS menyatakan plasma darah di lemari pendingin yang terdampak telah dipindahkan atau diamankan.
“Tidak ditemukan dampak terhadap kesehatan dan tidak ada produk darah yang hilang,” kata EFS dalam sebuah pernyataan.
Lembaga itu juga menegaskan distribusi produk darah tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Peretas berupaya “mendidihkan” darah
Serangan siber ini pertama kali diberitakan surat kabar mingguan Prancis, Le Canard Enchaîné, pada Rabu (04/11).
Media tersebut melaporkan bahwa suhu dalam fasilitas pendingin diprogram untuk mencapai 110 derajat Celsius, alih-alih dipertahankan pada minus 30 derajat Celsius sebagaimana mestinya.
“Sistem pemantauan dan alarm dengan cepat mendeteksi anomali tersebut, sehingga petugas dapat segera mengambil tindakan untuk memastikan tidak ada produk darah maupun sampel yang terganggu,” kata EFS.
Badan keamanan siber Prancis dan Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan investigasi masih berlangsung. Namun, keduanya belum mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan mengatakan akses jarak jauh ke lemari pendingin yang terdampak telah dinonaktifkan. Kementerian juga memuji sistem pemantauan dan alarm yang dinilai berhasil menjaga keamanan pasokan darah.
Coolworld, perusahaan pemasok peralatan pendingin yang terdampak, menyatakan kerentanan tersebut terkait dengan komponen yang disediakan pihak ketiga dan berada di luar kendali langsung perusahaan. [BI]




