Internasional

Osaka Dibanjiri Turis, Muncul Masalah Tagihan Rumah Sakit

OSAKA, BI [16/05] – Ledakan wisatawan asing di Osaka membawa persoalan baru bagi sistem kesehatan Jepang. Rumah sakit kini harus menanggung miliaran rupiah tagihan medis yang ditinggalkan turis asing.

Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (16/5), total tagihan medis tak terbayar dari wisatawan asing di Osaka mencapai 71,9 juta yen. Nilainya sekitar Rp 8 miliar (1 yen sekitar Rp 111).

Masalah ini muncul di tengah lonjakan wisatawan yang memecahkan rekor. Sepanjang 2025, Osaka menerima 17,6 juta pengunjung asing, didorong gelaran World Expo.

Survei pemerintah prefektur terhadap 285 fasilitas kesehatan menunjukkan persoalan ini cukup serius. Banyak wisatawan menjalani perawatan lalu meninggalkan Jepang tanpa melunasi biaya.

Penyebab utamanya adalah lemahnya sistem penagihan. Selain itu, banyak rumah sakit tidak memberi estimasi biaya kepada pasien sebelum tindakan darurat.

Padahal, Kementerian Kesehatan Jepang menekankan praktik tersebut lazim di banyak negara. Namun di Jepang, hal itu belum menjadi kebiasaan umum.

Sebagai respons, Osaka kini mendorong penggunaan asuransi perjalanan untuk turis asing. Kampanye ini dijalankan bersama badan promosi wisata Osaka dan pemerintah prefektur.

Mulai Mei, sekitar 90 ribu brosur akan dibagikan di Bandara Internasional Kansai, hotel, dan pusat informasi wisata. Informasi tersedia dalam bahasa Inggris, Korea, dan Mandarin.

Asuransi yang ditawarkan menanggung biaya medis dan repatriasi hingga 10 juta yen. Nilainya sekitar Rp 1,11 miliar (1 yen sekitar Rp 111).

Premi termurah dimulai dari 800 yen per hari. Itu setara sekitar Rp 88.800 (1 yen sekitar Rp 111), dan polis tetap bisa dibeli setelah wisatawan tiba di Jepang.

Wisatawan yang membeli lewat QR code juga mendapat diskon Osaka e-Pass. Skema ini dipakai untuk mendorong minat pembelian.

Masalah serupa ternyata bukan hanya di Osaka. Survei nasional Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 16 persen fasilitas kesehatan yang menangani pasien asing pernah mengalami tagihan tak terbayar.

Secara nasional, total tagihan yang ditinggalkan wisatawan asing melebihi 60 juta yen. Itu setara sekitar Rp 6,7 miliar (1 yen sekitar Rp 111).

Kini pemerintah Jepang mulai memperketat pengawasan. Wisatawan asing dengan tunggakan besar bisa menghadapi pemeriksaan imigrasi yang lebih ketat jika mencoba masuk kembali ke Jepang.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.