
Dari Kuas Ke Masa Depan: Beauty Class “Oriental” PIM HK, Tempat PMI Menenun Sayap Impian
Hong Kong, BI [05/07] – Pada Minggu, 21 Juni 2026. Hong Kong baru saja selesai merayakan Tuen Ng Festival 2 hari sebelumnya, tapi semangat PIM (Perempuan Indonesia Maju Hong Kong) tidak ikut “pensiun”. Beauty Class kembali digelar, kali ini mengusung tema “Oriental” – sebuah tema yang bagai sutra, lembut tapi berkarakter, klasik tapi timeless.
Bertempat di Outdoor area Kai Tak Airside MTR Exit D, tempat yang baru, asri, dan keren seperti kanvas kosong. Matahari memang menyengat, tapi panasnya kalah oleh bara semangat para peserta. Karena bagi mereka, keringat hari ini adalah embun yang menyirami benih masa depan.
Di sini, kuas bukan sekadar kuas. Ia berubah jadi pena yang menuliskan kisah. Lipstik bukan sekadar warna. Ia jadi doa yang dipoleskan di wajah harapan. Dari level pemula yang masih gemetar memegang kuas, sampai MUA mahir yang tangannya sudah lihai menari di wajah – semua berbaur, belajar, dan bertumbuh bareng Coach Yosia Griya Rias serta Mojang Geulis.
Obrolan paling ngena datang dari salah satu MUA pemula. Di sela kesibukannya “berperang” dengan eyeshadow dan blush on, ia berbagi:
“Saya suka Bu. Dulu belajar basic di Indonesia, lalu terus berlatih dari YouTube. Ikut kegiatan seperti ini rasanya kayak nemu rumah kedua. Setelah purna PMI nanti, saya mau buka salon. Suami saya Photographer, kami sewa-sewakan perlengkapan pesta plus jasa makeup-nya Bu.”
Ini bukan sekadar rencana. Itu janji yang ia rajut benang demi benang. Kuas di tangannya hari ini, kelak akan jadi kunci pintu salonnya besok.
Pesan yang dibawa pulang peserta hari itu sederhana tapi tajam:
Berpikir positif adalah kompas, niat positif adalah mesin, tindakan positif adalah langkah, dan berani berkreasi adalah sayap.
Ani Elisabeth, Ketum PIM HK, menutup obrolan dengan kalimat yang menampar lembut:
“Harapan saya, agar teman-teman PMI punya modal bukan hanya uang saja. Uang bisa habis, tapi ilmu itu seperti pohon. Ditaman hari ini, dipetik buahnya seumur hidup. Yang utama adalah modal ilmu/skill saat purna PMI nanti, dan terus kembangkan ilmu itu mengikuti perkembangan zaman.”
Benar. Uang adalah perahu, tapi skill adalah dayung. Tanpa dayung, perahu hanya hanyut. Dengan skill, PMI bisa mendayung pulang ke Indonesia bukan dengan tangan kosong, tapi dengan koper penuh karya.(esti)




