
Lomba Agustusan Ala MUA Community Hong Kong
Kreativitas Tanpa Batas Warnai HUT RI Ke-81 di Ruang Ramayana KJRI-HK
Hong Kong, BI [06/09] – Agustus memang sudah berlalu, tapi gaung kemerdekaannya masih menggema kencang di Hong Kong. Di “Negeri Beton” ini, kegiatan para PMI hanya bisa digelar pada hari Minggu atau hari libur saja. Dan Minggu, 2 Agustus 2026 lalu, Ruang Ramayana KJRI-HK, Causeway Bay, meledak oleh tawa, kagum, dan juga teriakan ketakutan.
MUA Community Hong Kong sukses menggelar Lomba Agustusan paling beda tahun ini. Bukan lomba makan kerupuk biasa. Tapi panggung ekspresi, nostalgia, dan kreativitas para PMI.
Acara dibuka dengan khidmat. Suara Indonesia Raya menggema, dada para peserta dan penonton serasa membusung. Rindu kampung halaman sejenak terbayar lunas.
Ketua Panitia, Riska Andi Paluseri, membuka acara dengan semangat.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada KJRI-HK, para sponsor, dewan juri, dan seluruh peserta. Lewat kegiatan ini kita buktikan, jarak tak memisahkan cinta kita pada Indonesia. Mari berlomba dengan sportif. Dirgahayu RI ke-81. Merdeka!”
Dengan juri Ibu Ani, Bu Emy dan Miss Tency, 3 kategori lomba ini berhasil membuat penonton histeris.

Diantaranya lomba seragam anak sekolah, lomba kebaya nusantara dan lomba cosplay horror.
Wanita-wanita tangguh yang tiap hari masak, nyetrika, jaga anak orang, jaga lansia tiba-tiba kompak pakai seragam SD, SMP, SMA juga anak kuliahan. Ada yang pakai jilbab, ada yang rambut dikuncir dua.
Raut wajah mereka berubah 20 tahun lebih muda. Tingkahnya? Ada yang malu-malu, ada yang sok cool. Penonton sampai terpingkal.
Lomba ini bukan sekadar lucu. Ini obat rindu. Rindu masa sekolah, rindu rumah.
Giliran kebaya tampil, suasana langsung berubah elegan. Satu per satu peserta melenggang di atas panggung. Ada kebaya tradisional sampai kebaya modern.
Dengan senyum dan tatapan mata yang berkaca-kaca, mereka membuktikan: PMI bukan hanya pekerja. Mereka adalah perempuan Indonesia yang anggun dan membanggakan.
Nah ini puncaknya. Ada kuntilanak dengan rambut acak-acakan, sampai zombie berlumur “darah”.
Tapi dibalik riasan seram itu, tersimpan kerja keras berjam-jam. Ini bukti kalau PMI Hong Kong juga jago seni peran dan make up level dewa.
Setelah melalui penilaian panjang dari dewan juri, ini dia pemenangnya:
Seragam Anak Sekolah juara pertama No. 25, kedua No. 6 dan juara ketiga No. 17.
Harapan 1: No. 20, Harapan 2: No. 07, Harapan 3: No. 11.

Cosplay Horror
Juara 1, No. 14, juara 2, No. 03 dan juara 3, No. 06
Harapan 1: No.1, Harapan 2: No.10, Harapan 3: No.9.
Kebaya Nusantara: Juara 1, No. 33, juara 2, No. 20 dan juara 3 direbut oleh No. 32.
Lomba ini bukan soal menang kalah. Ini tentang melepas lelah, tertawa bersama, dan sejenak melupakan penat kerja.
Ini bukti bahwa di tanah rantau, kita tetap bisa merayakan Indonesia dengan cara kita sendiri. Kreatif, berani, dan penuh cinta.(esti)




