Hong Kong

Pria Hong Kong Penderita Sidrom Tourette Diserang Di Taiwan Saat “Tic”

Hong Kong, BI [06/09] – Sidrom Tourette adalah gangguan saraf kronis atau neurologis yang membuat penderitanya melakukan gerakan atau suara berulang secara tiba-tiba di luar kendali, yang disebut sebagai tic.

Menurut laporan media Taiwan, seorang pria Hong Kong berusia 28 tahun yang menderita sindrom Tourette diserang oleh dua pria Taiwan setelah ia tiba-tiba berteriak di Stasiun MRT Shilin, Taipei, pada hari Jumat (4 September).

Pria tersebut sedang bepergian di Taiwan ketika ia mengalami tic dan berteriak di dekat Pintu Keluar 2 Stasiun MRT Shilin sekitar pukul 17.00.

Dua pria, yang masing-masing berusia 42 dan 33 tahun, dilaporkan menegurnya menggunakan bahasa Taiwan. Karena tidak mengerti bahasa Taiwan dan merespons menggunakan bahasa Kanton, kedua pria tersebut diduga mengira ia sedang menghina mereka sebelum akhirnya menyerangnya.

Polisi tiba setelah menerima laporan, namun kedua pria tersebut telah meninggalkan lokasi kejadian.

Pria itu merasa terguncang namun tidak mengalami cedera yang terlihat jelas. Ia mengatakan kepada polisi bahwa ia akan kembali ke Hong Kong dua hari kemudian dan tidak berniat mengajukan laporan resmi.

Polisi menyatakan telah mengidentifikasi kedua tersangka melalui rekaman CCTV dan video yang direkam oleh warga. Kedua pria tersebut telah diminta untuk melapor ke polisi guna menjalani pemeriksaan.

Kasus ini akan ditangani berdasarkan Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial Taiwan dan dilimpahkan ke unit penyelidikan untuk tindakan lebih lanjut.[BI]

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.