
Seorang Wanita Tertpu Lebih dari HK$250.000 Akibat Penipuan Voucher Kue Bulan
Hong Kong, BI [19/09] – Seorang wanita setempat ditipu lebih dari HK$250.000 setelah menjadi korban penipuan voucher kue bulan online, yang mendorong polisi untuk mengeluarkan peringatan mendesak tentang lonjakan penipuan e-commerce menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur.
Penipuan tersebut terjadi ketika korban, yang mencoba menjual voucher kue bulan secara online, dihubungi oleh seorang penipu yang mengarahkannya ke platform perdagangan palsu.
Dengan menyamar sebagai perwakilan layanan pelanggan, para penipu menginstruksikan wanita tersebut untuk mentransfer dana ke tiga rekening bank pribadi yang tidak dikenal, dengan alasan transaksi tersebut diperlukan untuk verifikasi rekening dan menjanjikan bahwa seluruh jumlah akan dikembalikan segera setelahnya. Wanita tersebut menuruti perintah tersebut, mentransfer lebih dari HK$250.000 sebelum menyadari bahwa dia telah ditipu ketika dana tersebut tidak dikembalikan.
Polisi melaporkan bahwa penipuan belanja online telah meningkat secara signifikan menjelang periode perayaan tersebut. Dalam seminggu terakhir saja, pihak berwenang menerima lebih dari 250 laporan penipuan e-commerce, dengan total kerugian finansial mendekati HK$5 juta.
Para penyelidik mencatat bahwa skema penipuan yang melibatkan kupon kue bulan telah beragam di berbagai saluran digital. Dalam beberapa kasus baru-baru ini, unggahan media sosial muncul yang mengklaim menawarkan sejumlah besar voucher kue bulan surplus secara gratis, mendorong netizen yang waspada untuk memposting peringatan tentang potensi jebakan. Polisi menekankan bahwa baik pembeli maupun penjual harus meningkatkan kewaspadaan selama transaksi liburan.
Platform CyberDefender milik kepolisian mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi keaslian pedagang online secara menyeluruh sebelum melakukan pembelian dan untuk memeriksa riwayat akun dan umpan balik transaksi sebelumnya di platform perdagangan barang bekas.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa setiap permintaan yang meminta transfer uang untuk verifikasi atau otentikasi akun hampir pasti merupakan penipuan.
Warga juga disarankan untuk tidak pernah mengklik tautan yang tidak terverifikasi atau mengakses portal perdagangan yang tidak dikenal, dan untuk memeriksa silang catatan transaksi dan pembayaran dengan cermat bahkan ketika melakukan perdagangan secara tatap muka.[BI]




