
BBM Langka, PAUD Hingga SMP Di Denpasar Terapkan Belajar Dalam Jaringan
DENPASAR, BI [14/10] – Imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali sekolah menerapkan belajar daring mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), baik taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), dan satuan PAUD sejenis (SPS), termasuk juga sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).
Pembelajaran daring dilakukan sekolah negeri maupun swasta. Mekanisme ini diambil sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar melalui Surat Edaran Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA tentang Antisipasi Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Terkait Pembelajaran. Pembelajaran daring dimulai Kamis (15/10 ) hingga Sabtu (17/10).
Kepala Disdikpora Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Selain itu, pembelajaran daring diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
“Untuk seluruh satuan pendidikan swasta/negeri di Kota Denpasar untuk melaksanakan pembelajaran secara daring dari hari Kamis, 15 Oktober 2026 s/d Sabtu 17 Oktober 2026,” tulis Wirama dalam surat edarannya, dilansir detikBali, Rabu (14/10 ).
Wiratama meminta seluruh kepala satuan pendidikan mengikuti ketentuan dalam surat edaran tersebut guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Selain itu, faktor lainnya yang mengakibatkan kelangkaan BBM adalah tingginya kebutuhan masyarakat, terutama jenis Pertalite. Simon memahami faktor perbedaan harga yang cukup jauh turut menjadi penyebab permintaan Pertalite yang tinggi di masyarakat.[BI]




