
Dikisahkan pada zaman dahulu, ada seorang wanita kaya yang sangat dermawan bernama Ummu Ja’far. Kedermawanannya terkenal di seluruh kota.
Setiap hari, ada dua orang pengemis buta yang selalu duduk di pinggir jalan yang biasa dilalui oleh Ummu Ja’far. Walaupun tujuannya sama-sama meminta sedekah, keduanya memanjatkan doa dan harapan yang berbeda.
- Pengemis pertama selalu berdoa: “Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan-Mu.”
- Pengemis kedua selalu berdoa: “Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan Ummu Ja’far.”
Pemberian yang Mengubah Pandangan
Setiap kali Ummu Ja’far melewati mereka, ia mendengar doa keduanya. Suatu hari, Ummu Ja’far ingin memberi pelajaran dan membedakan pemberian untuk mereka berdua.
Ia menyiapkan seekor ayam panggang. Di dalam perut ayam panggang tersebut, ia menyembunyikan sekantong dinar (emas).
Ketika kedua pengemis itu datang, Ummu Ja’far memberikan ayam panggang itu kepada pengemis kedua yang selalu menyebut namanya dalam doa. Pengemis kedua merasa senang, tetapi ia tidak tahu ada emas di dalamnya.
Karena merasa tidak butuh daging ayam yang banyak untuk dimakan saat itu juga, pengemis kedua menjual ayam panggang itu kepada pengemis pertama dengan harga murah. Pengemis pertama dengan senang hati membeli ayam tersebut dan membawanya pulang.
Hikmah di Balik Takdir Allah
Sesampainya di rumah, pengemis pertama membelah ayam panggang itu untuk dimakan. Alangkah terkejutnya ia ketika menemukan sekantong penuh dinar emas di dalam perut ayam tersebut. Ia bersyukur kepada Allah SWT.
Keesokan harinya, kedua pengemis itu kembali duduk di pinggir jalan. Ummu Ja’far lewat dan bertanya kepada pengemis kedua, “Bagaimana pemberianku kemarin?”
Pengemis kedua menjawab, “Aku menjualnya kepada teman sebelahku karena aku tidak memakannya.”
Ummu Ja’far tersenyum dan berkata dalam hati, “Benar apa yang diyakini pengemis pertama. Ia berharap kepada Allah, maka Allah mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Sedangkan engkau berharap pada kemurahan manusia, dan manusia telah menutup pintu rezeki itu darimu.”




