KesehatanNasional

Temuan Data Terkini Ada 26,8 Ribu Kasus TBC Baru dari CKG Nasional

Jakarta, BI [01/10] –  Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan ratusan ribu masyarakat yang memiliki tanda dan gejala tuberkulosis (TBC). Dari 20,6 juta orang yang telah menjalani skrining, sebanyak 360,7 ribu orang teridentifikasi memiliki tanda dan gejala TBC. Sementara 26,8 ribu lainnya dinyatakan positif TBC baru.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan skrining melalui CKG menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat. Pemeriksaan dilakukan melalui berbagai fasilitas, mulai dari puskesmas hingga sekolah dan pesantren.

Dante berkata temuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan kasus TBC di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, estimasi kasus TBC nasional menunjukkan tren penurunan.

Pada 2024, estimasi kasus TBC mencapai sekitar 1.092.000 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 1.090.000 kasus pada 2025 dan diperkirakan kembali menurun menjadi 1.080.000 kasus pada 2026.

“Dalam waktu satu tahun, kita turunkan estimasi tuberkulosis yang diidentifikasi oleh WHO, jadi tadinya 1.090.000 menjadi 1.080.000,” kata Dante dalam konferensi pers, Rabu (30/9).

Ia menerangkan, penurunan estimasi tersebut salah satunya didukung oleh pelaksanaan skrining secara lebih luas. Pemerintah tidak hanya berupaya menemukan kasus, tetapi juga memperkuat pencegahan dan pengobatan bagi masyarakat yang telah terdiagnosis TBC.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memangkas durasi pengobatan TBC. Dante menjelaskan, sebelumnya pengobatan TBC dapat berlangsung antara sembilan hingga 20 bulan.

Sejak 2024, durasi pengobatan dapat dipersingkat menjadi enam bulan melalui pengobatan TB RO BPaL/M. Pemerintah kini juga mengembangkan regimen pengobatan baru bersama TB Alliance yang diharapkan dapat memangkas durasi terapi menjadi satu bulan.

“Ini tadinya 6 sampai 9 bulan, itu terlalu banyak obat. Sekarang satu bulan saja. Ini satu bulan kita sedang melakukan terapi yang agresif untuk masyarakat,” jelas Dante.

Di sisi pencegahan, pemerintah juga melibatkan desa dan kelurahan melalui program Siaga TBC. Hingga kini, sebanyak 9.759 desa/kelurahan di 154 kabupaten/kota yang tersebar di 29 provinsi telah menyatakan komitmen untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan TBC secara mandiri.

Pemerintah pusat dan daerah juga melakukan pemantauan secara berkala. Dante menyebut evaluasi dilakukan setiap minggu untuk memantau perkembangan penanganan TBC di daerah.

“Kemudian monitoring bersama antara pemerintah pusat dan daerah setiap minggu. Kita melakukan setiap minggu evaluasi,” pungkasnya.[JP]

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.