
Presiden Paraguay Santiago Pena Mengundurkan Diri Terkait Kolapsnya Bank Ueno
PARAGUAY, BI [06/11] – Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri pada Kamis (5/11/2026). Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah ini ia lakukan “demi stabilitas negara”. Pena belakangan telah didesak untuk mundur karena kolapsnya sebuah bank digital Paraguay bernama Ueno.
“Saya melakukan ini demi stabilitas negara kita, kedamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi demokrasi kita,” kata Pena dalam pernyataan via rekaman video pada Kamis, dikutip dari Al Jazeera.
Krisis yang terjadi di Paraguay saat ini berakar dari masalah keuangan yang mendera Bank Ueno. Dirilis pada 2021, Ueno merupakan perusahaan jasa keuangan yang berkembang pesat di Paraguay. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini telah berkembang dari perusahaan penyedia pinjaman jadi bank berskala menengah.
Seturut Reuters, Ueno menyatakan pada Juni lalu bahwa mereka memiliki sekitar 3 juta nasabah, ketika Paraguay merupakan negara dengan penduduk 6,5 juta jiwa. Ueno kala itu juga menyebut bahwa mereka mengelola dana publik senilai USD850 juta, termasuk di dalamnya dana lembaga negara dan badan terkait dana pensiun.
Model bisnis mereka yang mengutamakan layanan perbankan berbasis seluler, dinilai sebagai faktor utama Ueno dapat berkembang pesat. Model itu telah memberikan kemudahan lebih bagi nasabahnya untuk melakukan transaksi secara digital ketimbang bank konvensional.
Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir, Ueno jadi target pengawasan ketat dari otoritas setempat. Pengawasan ini dilakukan setelah bank tersebut diduga memberikan pinjaman secara berlebihan kepada perusahaan-perusahaan terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, Grupo Vazquez.
Hingga akhirnya pada Selasa (3/11), Bank Sentral Paraguay (BCP) melakukan intervensi pada Bank Ueno. BCP menyatakan bahwa Ueno telah melanggar ketentuan solvabilitas minimum setelah rasionya merosot hingga di bawah 50 persen dari batas minimal yang disyaratkan.
Alhasil, nasib uang dari jutaan nasabah Ueno pun dipertaruhkan. Para nasabah melaporkan bahwa mereka tak bisa mengakses rekening mereka. Transaksi berupa penarikan maupun pemindahan dana juga disebut tak bisa dilakukan para nasabah imbas masalah tersebut.
Masalah yang mendera Ueno itu kemudian memicu aksi protes dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat di Paraguay. Dalam unjuk rasanya, massa tak hanya mengekspresikan kemarahan terhadap Ueno, melainkan pula terhadap Santiago Pena.
Sorotan publik Paraguay terhadap Pena terjadi setelah sang presiden kedapatan memiliki afiliasi bisnis dengan bank yang kolaps itu. Laporan Reuters menyebut bahwa ekonom yang terpilih sebagai presiden pada 2023 itu sempat menyatakan kepemilikan saham pada Grupo Vazquez, konsorsium pemilik saham Ueno.
Pena mengatakan dirinya sempat menguasai sejumlah saham Grupo Vazquez. Namun, ia berujar bahwa saham itu sudah ia jual pada Maret 2025 lalu.
Hal ini kemudian memicu dugaan konflik kepentingan di balik kolapsnya Ueno. Para legislator dan pihak oposisi menuduh Pena terlibat dalam penyalahgunaan dana pensiun dan upaya untuk menutup-nutupi masalah Ueno secara kelembagaan.
Pena berulang kali menepis tuduhan tersebut. Namun, pada Kamis, pihak kejaksaan Paraguay menyatakan bahwa Santiago Pena merupakan salah satu pihak yang sedang diselidiki terkait kolapsnya Ueno.
Hal tersebut kemudian membuat sang presiden kehilangan dukungan bahkan dari anggota partainya sendiri. Kongres pun memulai pengajuan mosi pemakzulan terhadap Pena dan sang presiden memilih mengundurkan diri sebelum hal tersebut terjadi.[BI]




