Tradisi Unik Saat Ramadhan Di Mancanegara

Jakarta, BI [13/03] – Tradisi Ramadan di berbagai belahan dunia sering kali mencerminkan perpaduan antara ajaran agama dan budaya lokal yang unik, mulai dari bunyi meriam hingga ritual penyucian diri dengan air kramat.
1. Meriam Iftar (Uni Emirat Arab): Di Abu Dhabi, khususnya di Masjid Agung Syekh Zayid, waktu berbuka puasa ditandai dengan dentuman meriam sungguhan, bukan sekadar beduk atau azan.
2. Fanous (Mesir): Lampion warna-warni yang disebut Fanous menjadi simbol ikonik di Mesir; anak-anak sering membawanya sambil bernyanyi di jalanan saat malam hari selama Ramadan.
3. Haq Al Laila (Teluk Arab): Mirip dengan tradisi trick-or-treat, anak-anak di beberapa negara Teluk berpakaian tradisional dan berkeliling lingkungan untuk mengumpulkan permen dan kacang-kacangan.
4. Bazar Ramadan (Malaysia): Pasar kaget raksasa yang muncul hanya saat Ramadan, menyediakan berbagai hidangan khas berbuka yang sangat beragam bagi seluruh masyarakat.
5. Iftar Sofrasi di Turki
Berbicara tradisi Ramadan, Turki tentu tidak boleh dilewatkan. Negara yang memiliki sejarah Islam kental ini memiliki acara yang unik dan selalu dinanti banyak orang. Di Turki, kamu akan menemukan tradisi “Iftar Sofrasi”.
Ini adalah jamuan besar dengan berbuka puasa bersama di ruangan terbuka. Ya, acara ini tentu bisa menambah tali persaudaraan antar sesama. Selain itu, kita bisa bertemu banyak orang dan menikmati suasana Ramadan yang lebih kental.
Saat senja dan adzan tiba, jalanan dan taman akan berubah menjadi area makan besar yang luas. Kamu juga bisa melihat tarian khas Ramadan dan musik sufi yang semarak di Turki.
6. Chorba dan Tradisi Sahur di Aljazair

Di Aljazair, terdapat tradisi Ramadan sangat dinanti menjadi yang paling khas, yaitu Chorba. Ini adalah sup tradisional yang sering disajikan saat berbuka puasa.
Chorba terbuat dari kaldu daging, beras, dan rempah-rempah yang memberi rasa hangat dan lezat setelah seharian berpuasa.
Selain itu, terdapat juga tradisi sahur yang sangat penting bagi masyarakat Aljazair. Mereka biasanya makan hidangan berat seperti khobz (roti) dengan telur, keju, dan kadang-kadang daging, untuk memberikan energi sepanjang berpuasa.
Sahur di Aljazair sering kali menjadi momen berkumpul bersama keluarga, di mana suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sangat kental.
Ini adalah tradisi yang memadukan kebersamaan, rasa syukur, dan rasa hormat terhadap bulan suci Ramadhan.
7. Deretan Lampion Indah di Mesir
Mesir juga menjadi negara yang memiliki tradisi unik saat Ramadan. Di sini, kamu bisa melihat deretan lampion yang indah. Saat Ramadan tiba, Mesir memang selalu diselimuti kegembiraan dan gemerlap lampion.
Lampu ini disebut sebagai Fanous, yang menjadi simbol persatuan selama Ramadan. Tradisi ini sudah berlangsung lama, bahkan sejak 972 tahun, lho! Ini berarti tradisi yang sudah ada sejak Dinasti Fathimiyah.
Bayangkan, mesir yang memiliki arsitektur khas tentu sangat indah dipadukan dengan cahaya lampion. Kamu bisa merasakan suasana Ramadan ini dengan berlibur segera. Tenang saja, kamu bisa mengandalkan pinjaman KTA online yang praktis!
8. Midfa al Iftar di Lebanon
Saat mengunjungi Lebanon, kamu bisa menemukan tradisi Midfa al Iftar yang menjadi bagian penting dari perayaan Ramadan. Di sini, masyarakat berkumpul untuk berbuka puasa bersama.
Midfa al Iftar berarti “tumpukan makanan untuk berbuka,” dan biasanya terdiri dari berbagai hidangan lezat yang disajikan di meja. Hidangan seperti fattoush, hummus, tabbouleh, dan kebbeh, sering kali hadir sebagai menu utama.
Di Lebanon, berbuka puasa bukan hanya sekadar makan, tetapi juga momen kebersamaan yang sangat dinanti. Ini adalah momen dimana teman-teman berkumpul untuk merayakan kebersamaan setelah seharian berpuasa.
9. Qarqi’an di Kuwait
Kuwait ternyata memiliki tradisi Ramadan yang cukup unik. Di sini, kamu bisa mengikuti Qarqi’an, tradisi untuk mendapatkan permen dan coklat. Saat perayaan, anak-anak akan berkunjung ke rumah dan bernyanyi.
Selain Qarqi’an, terdapat juga Al-Kareesh, hari istimewa dalam perayaan Ramadan. Ini adalah kegiatan di hari terakhir sebelum Ramadan, di mana keluarga berkumpul untuk makan siang bersama sebelum puasa tiba.
Tradisi unik ini memang selalu dinanti. Selain mempererat kebersamaan, ini juga menjadi sejarah yang harus kita jaga. Bagaimana? Tertarik menikmati suasananya?
10. Harira dan Pasar Ramadhan di Maroko
Beralih ke Maroko, ada tradisi berbuka puasa yang sangat identik dengan hidangan Harira, sebuah sup kaya yang terbuat dari tomat, kacang-kacangan, daging, dan rempah-rempah.
Makanan ini biasanya dimakan bersama dengan kurma dan chebakia. Harira bukan hanya sekadar hidangan lezat, tetapi juga melambangkan kehangatan dan kebaikan dalam keluarga yang berkumpul untuk berbuka bersama.
Selain itu, terdapat juga tradisi pasar Ramadan di Maroko yang menjadi tempat penuh warna, dengan pedagang yang menawarkan berbagai makanan tradisional, rempah-rempah, dan bahan-bahan untuk menyajikan hidangan berbuka.
Pasar ini juga dipenuhi dengan aroma rempah yang menggoda, memiliki suasana yang sangat khas. Pasar Ramadan di Maroko adalah tempat di mana masyarakat saling berbagi dan merayakan bulan suci dengan meriah.
11. Hui dan Xinjiang di Tiongkok
Tiongkok memiliki tradisi Ramadan sangat kental dengan budaya Muslim Hui dan Uighur.
Masyarakat Hui, yang mayoritas beragama Islam, merayakan Ramadan dengan berbuka puasa dengan hidangan khas seperti nian gao, lamb skewers, dan sup laghman.
Mereka juga sering menyantap date dan teh manis setelah berbuka. Di Xinjiang, berbuka puasa sering menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan teman.
Pasar-pasar yang ramai menjual berbagai makanan khas seperti samsa dan pilaf atau nasi kebuli khas Uighur.
Tradisi ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan. Kamu juga bisa mencoba mengikuti tradisi ini dan mencicipi hidangan khasnya! [BI]



