
Agar Hidup Ini Diberkahi Allah SWT
Semua orang sewajarnya berharap keberkahan dalam kehidupannya: berkah umurnya, berkah rezeki dan harta bendanya, berkah ilmunya, keluarganya, dan segala yang dianugerahkan dan diusahakannya mendapat berkah dari Allah SWT. Sedangkan makna berkah itu sendiri adalah bertambahnya kebaikan dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT, dalam keadaan apa pun jua.
Hidup yang berkah tidak hanya sehat, bahkan sakit pun mungkin mendapat berkah. Seperti Nabi Ayub ‘alaihi salam, misalnya, justru sakitnya menjadikannya semakin taat dan dekat kepada Allah. Umur berkah, tidak identik dengan panjangnya usia. Meskipun pendek usianya, ia banyak taat dan beribadah kepada Allah SWT, dapat mengukir sejarah, meninggalkan jejak, dan banyak karya monumental yang akan dikenang oleh generasi di belakangnya.
Ilmu yang berkah, adalah ilmu yang bermanfaat dan diamalkan banyak orang, dan menjadi syiar agama Allah SWT. Gaji yang berkah, bukan hanya gaji dan upah yang besar jumlahnya, tetapi yang berimplikasi positif, bermanfaat bagi keluarga dan orang lain sebagai sarana penghambaan kepada Allah SWT. Anak yang berkah adalah anak yang taat kepada Allah SWT, berbakti pada orang tua, senantiasa berdoa untuk keduanya, bahkan bermanfaat bagi sesamanya.
Setidaknya ada 5 kiat untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup ini:
1. Bertakwa kepada Allah
Siapapun orangnya, apabila ia bertakwa dalam hidupnya, maka Allah akan memberkahi kehidupannya. Karena ini adalah janji Allah.
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’raf: 96)
2. Mencari Harta dengan Cara yang Halal
Mencari berkah bagi seorang muslim adalah misi yang harus diperjuangkan, yaitu mencari harta dengan cara-cara yang halal. Inilah sejatinya yang menjadi kunci akan berkahnya harta, walaupun harta tersebut sedikit dalam kasat mata.
Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa yang mengambil harta yang menjadi haknya maka akan diberikan keberkahan kepadanya. Barangsiapa yang mengambil harta yang bukan menjadi haknya maka ia adalah seperti hewan yang selalu makan dan tidak pernah merasa kenyang.” (HR. Muslim)
3. Jujur dalam Bermuamalah Jual-Beli
Berdagang atau bertransaksi adalah salah satu pintu dari berbagai pintu yang Allah jadikan perantara untuk memberi rezeki kepada hamba-Nya. Tapi perlu diingat kejujuranlah yang menjadi harga yang harus diperjuangkan. Karena sebab inilah yang menjadikan Allah memberi kunci keberkahan dalam setiap usahanya.
Rasululah SAW bersabda:“Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan cacat dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan cacatnya dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya.” (HR. Bukhari)
Ibnu Mundzir menegaskan bahwa ketidakjujuran dalam berdagang seperti menyembunyikan cacat barang hukumnya adalah haram. Hal ini disebabkan Rasulullah SAW mengancam perbuatan tersebut dengan lenyapnya berkah dalam transaksi tersebut di dunia dan azab yang sangat pedih di akhirat kelak. (Syarah Shahih Al-Bukhari, Ibnu Baththal, 6/213)
4. Berpagi-pagi dalam Menjemput Rezeki (Tabkir)
Pagi hari adalah waktu yang sangat kondusif unruk beraktivitas. Terlebih bagi seorang muslim yang dianjurkan untuk memanfaatkan waktunya dengan baik. Karena Rasulullah SAW sendiri berdoa agar memberkahi umatnya pada pagi hari. Beliau berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari mereka.” (HR. Abu Dawud)
Ibnu al-Qayyim menerangkan bahwa makruh hukumnya tidur di antara waktu subuh dan terbitnya matahari, karena ini adalah waktu permulaan hari, waktu turun dan waktu pembagian rezeki, serta waktu turunnya berkah. (Madarijus Salikin, Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, 2/97)
5. Memulai segala Aktivitas dengan Basmalah
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk membiasakan amalan ini, sebab hal ini sangat erat sekali kaitanya dengan keberkahan sesuatu yang dikerjakannya. Beliau bersabda:“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan menyebut (nama) Allah adalah terputus” (HR. Daruquthni)
Ibnu ash-Shalah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan terputus adalah sedikitnya barakah pada sesuatu (qalilu al-barakah). (Umdah al-Qari, Badrudin Al-Aini, 1/11)
Maka sangat dianjurkan kepada kita untuk senantiasa mengucapkan basmalah di permulaan segala aktivitas kita, berharap keberkahan mengiringi setiap langkah dan amal kita.
Demikianlah makna sesungguhnya keberkahan. Tak hanya banyaknya sesuatu, tetapi manfaat dan dampak positif dalam penghambaan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan kepada segala nikmat yang dianugerahkan kepada kita, agar menjadi wasilah dan sarana mengabdi beribadah pada Allah SWT, sehingga kita dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia dan akhirat. Amin.[*]



