
Penipu Menyamar Jadi Teman Dan Pinjam Uang, Wanita HK Selamat Karena Sadar Ini Bohong
Hong Kong, BI [13/06] – Seorang wanita Hong Kong yang cerdik telah memenangkan hati internet setelah berbagi bagaimana ia menipu seorang penipu WhatsApp agar mengungkapkan detail rekening bank mereka sebelum melaporkannya ke polisi.
Insiden ini menjadi viral pada hari Kamis [11/06] ketika wanita tersebut memposting tangkapan layar percakapan yang menghibur tersebut di platform media sosial Threads.
Ia menjelaskan bahwa seorang peretas telah mengambil alih akun WhatsApp seorang koleganya dan mengirim pesan kepadanya secara tiba-tiba, meminta pinjaman jangka pendek sebesar HK$10.000.
Penipu tersebut mengklaim bahwa batas transfer bank harian mereka telah tercapai dan berjanji untuk mengembalikan dana tersebut keesokan harinya.
Langsung mengenali penipuan klasik tersebut, wanita itu memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu daripada langsung memblokir kontak tersebut.
Ia berpura-pura mudah percaya dan setuju untuk membantu, yang kemudian mendorong penipu tersebut untuk bertanya apakah ia dapat mentransfer dana menggunakan Sistem Pembayaran Cepat Hong Kong.
Karena sangat ingin mendapatkan uang tunai, penipu itu dengan cepat memberikan nama terdaftar dan pengenal akun sambil mengulangi janji untuk mengembalikan uang tersebut.
Setelah jebakan berhasil dan detail pembayaran digital diperoleh, wanita itu menghentikan sandiwaranya.
Ia dengan santai memberi tahu penipu bahwa ia baru saja menyerahkan informasi yang diberikan kepada pihak berwenang. Pengungkapan ini memicu kepanikan yang dramatis.
Meninggalkan persona sopan yang sebelumnya ia tunjukkan sebagai rekan kerja, penipu itu mulai melontarkan serangkaian kata-kata kasar.
Tanpa terpengaruh, wanita itu dengan tenang mengingatkan penipu yang marah itu tentang efisiensi sistem pelaporan penegakan hukum Hong Kong, dan menceritakan pengalamannya sendiri dalam menangani masalah serupa sebelum penipu itu dengan cepat memblokir nomornya.
Unggahan viral tersebut mendapat pujian luas dari para komentator online, yang memuji keberhasilannya dalam menjebak penipu.
Namun, yang menjadi sorotan bagi banyak pembaca adalah kesalahan ketik yang mencolok yang dilakukan oleh penipu selama percakapan tersebut.
Alih-alih mengetik nama Mandarin yang benar untuk Sistem Pembayaran Cepat, penipu tersebut menggunakan frasa yang secara fonetik mirip dan diterjemahkan menjadi memiliki kecepatan putaran yang cepat.
Para netizen yang geli membanjiri kolom komentar dengan lelucon tentang kesalahan tersebut, mengejek kurangnya pengetahuan lokal si penipu dan bercanda bahwa si penipu terdengar seperti sedang mencoba mengoperasikan kipas angin listrik berkecepatan tinggi daripada jaringan keuangan. [BI]




