
Program SMK Go Global dan Verifikasi Job Order Pekerja Migran
Jakarta, BI [20/06] – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, membahas penguatan sinergi antara Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir, Kamis (18/6/2026).
“Pertemuan ini berguna untuk koordinasi kesiapan pelaksanaan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto,” katanya usai pertemuan di Kantor Kemlu.
Wamen Christina mengungkapkan, Kementerian P2MI dan Kemlu memiliki hubungan kerja yang strategis dalam pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia.
Keberadaan perwakilan RI di luar negeri menjadi faktor penting dalam mendukung proses penempatan yang aman dan legal.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan Kemlu sebagai mitra utama melalui dukungan seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama dalam proses verifikasi job order dan pelindungan pekerja migran Indonesia,” kata Christina.
Dalam kesempatan itu, Wamen P2MI juga membahas evaluasi integrasi sistem dan data antar-kementerian yang sudah berjalan selama ini.
Isu tersebut, lanjut dia, menjadi krusial seiring implementasi Program SMK Go Global yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan terserap ke pasar kerja internasional.
“Program SMK Go Global memiliki orientasi berbeda. Kita tidak hanya melatih calon pekerja migran, tetapi juga memastikan mereka dapat ditempatkan. Karena itu, ukuran keberhasilannya adalah penempatan yang nyata,” ujarnya.
Christina menjelaskan, Kementerian P2MI saat ini telah memiliki Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang memuat seluruh proses penempatan dan telah terkoneksi dengan beberapa perwakilan RI melalui Sistem Peduli WNI.
“Peran perwakilan RI sangat penting karena mereka yang melakukan verifikasi terhadap job order yang masuk ke sistem. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan tidak ada hambatan ketika program direktif Bapak Presiden mulai dijalankan secara masif,” tambah Christina Aryani. **(Humas)




