Hong Kong

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Di HK Meninggkat Hingga 44 Persen

Hong Kong, BI [05/08] – Kepolisian menyatakan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Hong Kong meningkat tajam hingga 44 persen secara tahunan pada paruh pertama tahun 2026, meskipun terjadi penurunan signifikan dalam jumlah keseluruhan kecelakaan yang menyebabkan cedera maupun kecelakaan berat.

Kota tersebut mencatat 59 kecelakaan lalu lintas fatal selama periode itu yang menelan 63 korban jiwa—angka yang masing-masing menunjukkan peningkatan sebesar 44 persen dan 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menanggapi hal ini, polisi telah meluncurkan operasi berskala kota selama tiga minggu, mulai 3 hingga 23 Agustus, yang menyasar pelanggaran akibat kurangnya konsentrasi saat mengemudi serta pelanggaran oleh pejalan kaki, sembari meningkatkan kampanye edukasi keselamatan jalan raya.

Pejalan kaki mencatatkan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 26 orang atau 41 persen dari total keseluruhan. Pengemudi menyumbang 10 korban jiwa, sementara pengendara sepeda motor, penumpang, dan pesepeda masing-masing mencatatkan sembilan korban jiwa.

Dari jumlah pejalan kaki yang tewas, 18 orang atau 69 persen di antaranya berusia 65 tahun ke atas.

Polisi mengaitkan banyak kecelakaan fatal tersebut dengan perilaku pejalan kaki yang menyeberang jalan secara sembrono, termasuk mengabaikan lampu merah, menyelinap di antara kendaraan, dan tidak memperhatikan titik buta (blind spot) kendaraan. Kurangnya konsentrasi saat mengemudi juga diidentifikasi sebagai penyebab utama.

Kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan komersial meningkat 58 persen menjadi 41 kasus, yang mencakup 66 persen dari seluruh kecelakaan fatal. Sebanyak 16 pengemudi yang terlibat berusia 65 tahun ke atas.

Polisi menyebutkan bahwa durasi mengemudi yang terlalu lama, kelelahan, serta gangguan konsentrasi—seperti penggunaan ponsel atau percakapan dengan penumpang—menjadi faktor-faktor utama penyebab kecelakaan.

Angka kematian pesepeda juga melonjak tajam, naik 125 persen secara tahunan menjadi sembilan orang.

Peningkatan jumlah korban jiwa ini terjadi di tengah membaiknya indikator keselamatan jalan raya lainnya.

Hong Kong mencatat 7.341 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera atau kematian selama enam bulan pertama, turun 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah korban cedera juga turun 20 persen menjadi 9.055 orang. Terdapat 193 kecelakaan yang mengakibatkan cedera serius atau kematian—menunjukkan penurunan sebesar 39 persen—sementara jumlah korban tewas atau cedera serius juga turun dengan persentase yang sama menjadi 212 orang.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa angka-angka tersebut melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama satu dekade dan merupakan angka terendah yang tercatat sejak tahun 1954.

Minggu pertama kampanye penegakan aturan ini akan berfokus pada sosialisasi dan edukasi, yang kemudian diikuti oleh dua minggu penegakan aturan secara intensif.

Dalam operasi “Clearview”, petugas akan menindak perilaku mengemudi yang ceroboh dan kurang konsentrasi, termasuk penggunaan ponsel saat mengemudi serta pelanggaran terhadap lampu lalu lintas dan rambu jalan.

Kendaraan polisi tanpa tanda khusus (kendaraan sipil) akan dikerahkan untuk berpatroli di jalan bebas hambatan di seluruh kota, dengan perhatian khusus pada pelanggaran yang melibatkan kendaraan komersial.

Operasi terpisah bernama “Autobinder” akan menargetkan pelanggaran oleh pejalan kaki di titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas, seperti menyeberang saat lampu merah, memanjat pagar pembatas jalan atau pembatas tengah jalan, serta tidak menggunakan fasilitas penyeberangan resmi yang tersedia dalam jarak 15 meter.

Departemen Transportasi juga akan mendukung upaya penegakan aturan di 23 terowongan milik pemerintah, serta di Area Kendali Tsing Ma dan Area Kendali Tsing Sha.

Polisi mengingatkan para pengendara untuk mematuhi sinyal pengaturan lajur yang ditampilkan pada papan informasi di atas jalan bebas hambatan. Sinyal kuning berkedip mengharuskan pengemudi untuk mengurangi kecepatan dan bersiap berhenti, sementara tanda silang merah menunjukkan bahwa lajur tersebut tidak boleh digunakan.

Pelanggar dapat dikenai denda maksimal sebesar HK$5.000 dan hukuman penjara selama tiga bulan. [BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.