
Kenapa Gunung Kawi Viral di Media Sosial?
Malang, BI [21/07] – Belakangan ini, pembahasan mengenai Gunung Kawi tengah viral di berbagai media sosial. Gunung yang berada di Kabupaten Malang ini telah lama dikenal dengan berbagai mitos, terutama berkaitan dengan pesugihan.
Perbincangan itu makin memanas setelah sejumlah kreator konten membahas kembali mitos-mitos Gunung Kawi melalui berbagai platform media sosial. Lantas, sebenarnya kenapa Gunung Kawi viral di media sosial dan benarkah kawasan ini identik dengan pesugihan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
1. Kenapa Gunung Kawi viral di media sosial?
Ramainya pembahasan Gunung Kawi dipicu oleh warganet yang penasaran dengan kebenaran kisah mistis pada kawasan tersebut. Gunung Kawi bahkan kerap dikaitkan dengan praktik pesugihan, terlebih setelah beredarnya foto daftar biaya pesugihan yang viral di media sosial.
Padahal, kawasan Pesarean Gunung Kawi merupakan tempat dimakamkannya dua tokoh yang dihormati masyarakat Jawa, yakni Kiai Zakaria II (Eyang Djoego) dan Raden Mas Iman Soedjono (Eyang Sujo). Sejak dahulu, masyarakat datang ke tempat ini untuk berziarah, memanjatkan doa, menunaikan nazar, serta memohon keberkahan.
Seiring berjalannya waktu, muncul cerita tentang pedagang dan pengusaha yang mengaku usahanya semakin berkembang setelah berziarah ke Gunung Kawi. Nah, cerita tersebut akhirnya menyebar hingga memunculkan anggapan bahwa kawasan ini merupakan tempat untuk melakukan pesugihan.
2. Mitos Gunung KawiDi balik sejarahnya sebagai tempat ziarah, terdapat sejumlah mitos Gunung Kawi yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Berikut beberapa mitosnya:
- Gunung Kawi adalah tempat pesugihan
Mitos ini adalah cerita yang paling banyak dipercaya orang. Banyak masyarakat yang percaya seseorang bisa memperoleh kekayaan dengan melakukan ritual tertentu di Gunung Kawi.
- Pohon Dewandaru membawa rezeki
Buat yang belum pernah ke Gunung Kawi, jadi di area pesarean terdapat Pohon Dewandaru. Konon, orang yang mendapatkan daun, ranting, atau buah yang jatuh secara alami akan memperoleh keberuntungan.
- Ciam Si bisa memberikan nomor keberuntungan
Di kawasan klenteng Gunung Kawi terdapat tradisi Ciam Si, yakni mengambil batang bambu bernomor yang berisi petunjuk kehidupan. Namun, sebagian orang mengaitkannya dengan nomor keberuntungan atau angka perjudian.
- Ada ritual kontrak dengan makhluk gaib
Cerita lain yang sering beredar, yaitu adanya ritual membuat perjanjian dengan makhluk gaib demi memperoleh kekayaan.
3. Beredar foto price list pesugihan di Gunung Kawi di media sosial
Salah satu alasan Gunung Kawi viral adalah beredarnya foto di beberapa media sosial yang disebut sebagai price list pesugihannya. Bahkan, dalam poster itu terdapat skema penukaran uang ritual dengan klaim bisa memperoleh uang gaib dalam waktu singkat.
Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar, ya. Pengelola Pesarean Gunung Kawi menegaskan bahwa mereka gak pernah menyediakan, mendukung, maupun memfasilitasi ritual penggandaan uang.[*]




