Legenda

Misteri Gunung Pegat Blitar, Pengantin Baru Tidak Boleh Melintas

Gunung Pegat merupakan salah satu pegunungan yang berada diwilayah kabupaten Blitar.Terletak di sebelah barat berjarak sekitar 13 km dari pusat kota Blitar.Gunung Pegat Blitar menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menarik perhatian wisatawan.

Gunung Pegat memiliki ketinggian hanya sekitar 343 meter di atas permukaan laut.Karena tidak tidak terlampau tinggi sangat mudah bagi para pendaki untuk menjangkau dan naik sampai puncak.

Maka sebenarnya lebih tampak seperti sebuah bukit,namun khalayak sudah terlanjur familiar dengan sebutan gunung Pegat.Disekitar gunung ini berdiam beberapa desa,antara lain dusun Prambutan desa Kawedusan, dusun nglengkeh, Dadaplangu, Kebonduren, Ponggok, Langon, Bagelenan dan Srengat.

Legenda tentang gunung Pegat menyimpan sejumlah misteri yang dikisahkan dari mulut ke mulut,secara turun temurun.Masyarakat yang tinggal di sekitarnya sebagian masih mempercayai cerita yang melegenda hingga kini.

Kisah penolakan cinta Dewi Kilisuci terhadap Lembusuro yang berujung kemarahan dan mengutuk akan memuntahkan lahar ke sekitar wilayah Kediri saat terjadi letusan gunung Kelud. Sebagai bentuk penyesalan dan untuk menebus kesalahan kepada rakyat yang tidak berdosa sang Dewi akhirnya melakukan pertapaan di beberapa tempat. Salah satu tempatnya diyakini di gunung Pegat.

Terkisah pula kegagalan misi suci yang diemban Punokawan yakni Semar,Gareng,Petruk dan Bagong.Perjalanan mereka  terganggu akibat bunyi suara kokok ayam,bersamaan itu juga terjadi peristiwa luar biasa,dimana gunung yang dilintasi tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian.Sejak saat itu dinamakan gunung Pegat artinya pisah atau putus.

Kisah Maling Aguno melengkapi cerita rakyat yang tersimpan di balik misteri gunung Pegat. Seorang berandalan yang budiman pada zaman Belanda. Maling Aguno melakukan tindak pencurian hanya kepada orang-orang kaya. Hasil curian dibagikan kepada rakyat jelata dan para fakir miskin. Dengan kesaktian linuwih serta ilmu kanuragan yang dimiliki membuat sosok Maling Aguno sangat ditakuti pada masa itu.

Berawal dari sejumlah kisah diatas mitos berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu mitos yang dipercayai adalah bagi pasangan pengantin baru dilarang melintas  diantara jalan yang memisahkan badan gunung Pegat. Semisal ada rombongan pengantin baru dari desa Kawedusan akan menuju ke desa Dadaplangu maka harus mengambil jalan memutar melalui Ponggok atau Srengat.

Jika dilanggar dipercayai rumahtangganya tidak akan bertahan lama alias putus dan bercerai. Berlaku pula bagi pasangan sejoli yang menjalin cinta juga akan mengalami nasib yang sama jika tetap nekat melintasi jalan tersebut. Meskipun belum ada data akurat ataupun riset yang membuktikan kebenaran mitos ini,namun faktanya masih ada sebagaian masyarakat yang memegah teguh tradisi ini.

Terlepas dari beberapa kisah di atas gunung Pegat  menjadi salah satu pilihan tempat tujuan untuk berlindung khususnya saat terjadi letusan gunung Kelud. Menurut catatan sejarah, terjadinya letusan terbesar sejak 1.000 tahun silam berlangsung pada 1586.

Namun letusan yang paling mengerikan terjadi pada tahun 1919 karena pada saat itu menelan korban 5.160 jiwa, merusak 15.000 hektare lahan produktif disebabkan aliran lahar yang mencapai 38 kilometer.

Meski sudah ada upaya membangun bendungan penahan lahar pada 1905 di Kali Bladak,tampaknya tak cukup kuat menampung debit muntahan lahar. Kemudian terjadi lagi letusan pada tahun1990 yang berlangsung selama 45 hari, yaitu pada 10 februari 1990 hingga 13 maret 1990.Pada letusan ini, gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik.

Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu. Letusan terakhir kali pada kamis 13 februari 2014 pukul pukul 22.50 WIB.Setiap kali terjadi erupsi gunung Kelud para pengungsi banyak yang berbondong-bondong mencari tempat dataran yang lebih tinggi, salah satunya gunung Pegat.

Gunung Pegat menyimpan pesona yang cantik untuk dinikmati,Tempat ini bisa menjadi salah satu alteratif mengisi  liburan mencari udara sejuk dan segar.Saat mendaki dipuncak akan terlihat pemandangan yang menakjubkan.Hamparan sawah yang hijau dan perkampungan penduduk dikelilingi pepohonan tampak indah sekali.

Bagi para pegiat pramuka sangat cocok untuk berkemah,camping maupun penjelajahan. Disamping itu juga ada dua buah goa kecil di puncak. Dikaki gunung  bagian barat terdapat pemandian  yang disebut “Jaran Dhawuk’ atau kuda terbang. Pemandian ini termasuk dalam wilayah  desa Langon.

Pemandangan di sekitar pemandian sangat indah sekali. Suasana alam pedesaan yang asri dan tampilan tebing yang keren. Tak jauh dari gunung Pegat juga ada situs purbakala yakni candi Weleri. Lokasi candi ini berada di sebelah selatan gunung tepatnya di desa Bagelenan.

Geliat upaya mengeksplore potensi gunung Pegat sempat dilakukan beberapa waktu yang lalu. Diinisiasi oleh anak-anak muda desa setempat dan masyarakat mencoba memaksimalkan potensi yang dimiliki gunung Pegat. Didukung dengan publikasi di medsos sebagai strategi penjualan tampak cukup berhasil.

Awalnya sempat mulai ramai oleh kunjungan wisatawan domestik. Bahkan sempat menjadi langganan bagi para penggemar olahraga paralayang. Namun dimungkinkan karena kurang keseriusan dan juga dukungan manajemen yang kurang, menjadikan obyek wisata lambat laun kurang  terawat dan berangsur sepi.

Sebenarnya obyek wisata ini bisa jadi alternatif healing murah meriah dengan stabilitas isi kantong tetap terjaga. Dengan catatan seandainya dikelola lebih bagus lagi dengan manajemen yang lebih profesional seperti penambahan beberapa fasilitas yang representatif serta didukung promosi/publikasi yang memikat,tidak menutup kemungkinan destinasi ini akan semakin diminati masyarakat.

Kerjasama dari semua pihak yang terkait dan berkepentingan baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat akan sangat berarti dalam mewujudkannya. Ringkasnya perlu sentuhan tangan dingin agar kekayaan potensi lokal bisa dikelola lebih  optimal dan makin viral.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.