
Prabowo Ingin 7 Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD
Jakarta, BI [14/08] – Presiden Prabowo Subianto akan mengupayakan agar Bahasa asing bisa diajarkan merata mulai kelas 1 SD. Ada 7 bahasa utama yang ia harapkan bisa dikuasai oleh para siswa.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi siswa saat memasuki dunia kerja, sehingga tidak kalah bersaing.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai belajarbahasa asing,” kata Prabowo, sebagaimana dilansir dari Antara.
Prabowo menjelaskan ada 7 bahasa asing yang perlu dipelajari para siswa sejak dini, bahkan sejak awal masuk sekolah.
“Bahasa-bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Jepang, Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” urainya.
Dia juga menambahkan bahasa Rusia karena menilai negara tersebut memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi.
Menurut Presiden, anak-anak bisa lebih cepat mempelajari bahasa ketika masih berusia di bawah 11-12 tahun.
Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing perlu dimulai sejak pendidikan dasar, dalam hal ini SD.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik, agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” jelasnya.
Prabowo menilai kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara juga membuka peluang bagi Indonesia.
Presiden menyebut sejumlah pemimpin negara yang ditemuinya menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.
Tenaga kerja Indonesia menurut dia, dibutuhkan antara lain di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan pengasuh yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.
Prabowo mengatakan, di mata publik luar negeri, masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan.
Dengan tambahan kemampuan bahasa asing, Presiden berharap tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus memperkuat perekonomian nasional.[JP]




