Daerah

Banjir-Longsor Terjang Lumajang, Akses Malang-Lumajang Putus

117 KK Terisolasi

Malang, BI [03/11] – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Lumajang sejak Minggu (1/11) malam memicu serangkaian banjir, tanah longsor, hingga luapan lahar dingin Gunung Semeru di beberapa kecamatan.

Akibatnya, akses utama berupa jembatan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang dilaporkan terputus dan 117 KK terisolasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan debit air Sungai Glidik yang berhulu di Gunung Semeru naik drastis.

“Peningkatan debit air Sungai Glidik menyebabkan Jembatan penghubung Malang-Lumajang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter juga putus akibat tergerus banjir,” ujar Satriyo Nurseno saat dikonfirmasi Senin (2/11).

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru sejak Senin dini hari, getaran banjir lahar dingin mulai terpantau sejak pukul 00.55 WIB.

Amplitudo maksimum (Amax) lahar dingin sempat menyentuh angka tertinggi sebesar 65 mm pada pukul 01.35 WIB, 02.29 WIB, dan 02.40 WIB di tengah kondisi visual puncak gunung yang tertutup kabut tebal.

Fluktuasi getaran banjir masih terus terekam hingga pagi hari dengan Amax berkisar 10 mm hingga 45 mm.

Satriyo mengungkapkan, akibat luapan air dan banjir lahar dingin ini, tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang terdampak cukup parah.

Di Kecamatan Pasirian, tanggul aliran Sungai Regoyo rusak parah akibat diterjang banjir.
Di Kecamatan Jatiroto, genangan setinggi 20 cm hingga 60 cm melanda Dusun Persil, Desa Rojopolo (RW 09, RW 10, RW 11) dan berdampak pada kurang lebih 500 jiwa.

Kecamatan Tempursari menjadi wilayah paling parah dengan estimasi 600 jiwa terdampak banjir dan longsor.

Di wilayah itu, longsor memutus jalan tembusan Tamansari-Iburaja, Desa Kaliuling, serta memicu pohon tumbang di wilayah Halimo.

Luapan Sungai Rawaan, Sungai Dol, dan Sungai Glidik di Kecamatan Tempursari juga mengakibatkan tanggul jebol di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo.

Sebanyak 3 unit rumah warga dilaporkan mengalami ambruk pada bagian teras, sementara 10 rumah lainnya terancam ambrol akibat gerusan tanah di sekitar fondasi bangunan.

Selain itu, sebanyak 117 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tamansari, Desa Kaliuling, kini dalam kondisi terisolasi.

“Saat ini korban yang terdampak sudah dievakuasi mandiri oleh masyarakat dan sudah dimakamkan secara layak,” tambah Satriyo.

Menanggapi bencana ini, personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lumajang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pembersihan material longsor, serta pendataan kebutuhan mendesak warga.

BPBD berkoordinasi erat dengan jajaran Pemkab Lumajang, perangkat desa, PLN, serta instansi terkait guna membuka kembali akses jalan yang tertutup dan menjamin distribusi bantuan logistik. [BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.