Daerah

Tiga Gunung Api Berstatus Siaga, Ini Imbauan BNPB

Jakarta, BI [30/10] – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data aktivitas gunung api di Indonesia per Jumat (30/10) pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tiga gunung api saat ini berstatus Siaga atau Level III.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan status serta rekomendasi wilayah bahaya dari ketiga gunung api tersebut.

“Kami ingin menyampaikan juga bahwa ada tiga gunung saat ini yang statusnya siaga tiga atau status siaga, di mana yang pertama Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, kemudian Gunung Merapi di antara Jogja maupun Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur di Kabupaten Lumajang maupun Malang,” ujar Berton melalui siaran langsung di kanal resmi YouTube BNPB.

BNPB mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaut yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana.

Untuk Gunung Anak Krakatau, masyarakat, wisatawan, dan pelaut dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 5 kilometer.

Potensi Bahaya 3 Gunung Api

Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, yang membentang di wilayah Lampung dan Banten. Gunung ini berstatus Siaga (Level III) dengan radius bahaya 5 kilometer. Potensi ancamannya meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta erupsi sekunder.

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang mendekati kawah aktif dan wilayah pulau baru dalam radius 1 kilometer. Mereka diminta menghindari zona bahaya wisata dan pendakian serta mengikuti arahan resmi PVMBG atau BPBD.

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah juga berstatus Siaga (Level III), dengan radius bahaya 3 kilometer. Potensi ancaman dari aktivitas Merapi meliputi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta lontaran material.

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur, yang mencakup wilayah Lumajang dan Malang, berstatus Siaga (Level III) dengan radius bahaya 5 kilometer.

Potensi ancaman dari Semeru meliputi awan panas guguran, lava, lontaran batu pijar, hingga lahar hujan. Kawasan yang harus dihindari meliputi sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Berton juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak aman 500 meter dari sempadan sungai.

“Untuk Gunung Semeru, kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan di mana hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km serta radius 500 meter dari sempadan sungai,” pungkas Berton.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.