Internasional

Taiwan Serukan Indonesia Tuntut dan Kutuk Militer China

Taipe, BI – Taiwan meminta Indonesia menuntut dan mengecam latihan militer besar-besaran China yang memblokade wilayahnya akibat marah dengan lawatan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taipei.

China menggelar latihan militer simulasi perang dan tembak-menembak rudal di enam titik mengelilingi Taiwan sejak Kamis (4/8).

“Saya dengan ini menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer China yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta menuntut China untuk segera menghentikan semua provokasi militer,” ujar Ketua Taipei Economic and Trade Office (TETO), John Chen, dalam pernyataan resmi pada Jumat (5/8).

Ia juga mengimbau masyarakat di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap Taiwan di tengah tekanan China sehingga bisa bersama-sama mempertahankan nilai demokrasi dan menjaga perdamaian dan stabilitas tatanan internasional.

Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan lantaran menjalin hubungan diplomatik dengan China dan menjunjung prinsip Satu China.

Bagi Beijing setiap negara yang menjalin hubungan diplomatik dengannya harus menerapkan kebijakan Satu China. Prinsip itu menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Xi Jinping menilai kunjungan Pelosi, pejabat tertinggi ketiga di AS, ke Taiwan menandakan dukungan Washington terhadap Taipei yang kekeh ingin merdeka.

Lebih lanjut, Taiwan menganggap perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagiperdamaian dan stabilitas regional dan global.

“Pada saat bersamaan juga akan mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan,” kata John.

Perwakilan Taipei tersebut menganggap latihan militer China merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Setidaknya sejumlah proyektil dan 11 rudal balistik diluncurkan China ke Selat Taiwan. Beberapa dari rudal itu bahkan dilaporkan terbang melewati Taiwan dan jatuh di perairan Jepang.

John mengatakan latihan militer China ini mempengaruhi operasi 17 jalur pelayaran internasional, dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan. Ia mengatakan beberapa latihan China ini telah “menginvasi perairan teritorial, wilayah yang berdekatan dengan Taiwan.”

Ketegangan China vs Taiwan kian memanas terutama setelah Beijing menembakkan proyektil dan 11 rudal balistik ke Selat Taiwan dan sekitarnya pada Kamis (4/8) siang.

Penembakan rudal ini berlangsung kala China memulai latihan militer besar-besaran di enam titik yang mengelilingi Taiwan. Latihan itu dimulai siang hari ini sekitar pukul 12.00 waktu setempat hingga Minggu (7/8).

Simulasi perang yang mencakup latihan tembak-menembak amunisi jarak jauh ini dilakukan China kala marah dengan lawatan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan Rabu kemarin.

Sejumlah reporter AFP melihat beberapa proyektil kecil ditembak dari instalasi militer terdekat China sekitar pukul 13.13 waktu setempat. Gumpalan asap putih dan suara ledakan keras juga terdengar saat proyektil ditembakkan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China juga mulai menembakkan sejumlah rudal balistik Dongfeng di perairan timur laut dan barat daya Taiwan pada pukul 13.56 waktu setempat.

Tak hanya itu, dua rudal diluncurkan oleh China menuju kepulauan Matsu Taiwan sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Kedua rudal itu menuju ke dua titik latihan militer yang diumumkan China sebelumnya.

Sejak itu, China meluncurkan sejumlah rudal balistiknya ke kawasan itu dan mengirim puluhan jet tempur serta kapal perang ke Selat Taiwan.(isa/rds)

 

 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.