Kesehatan

Penyebab Jamur Kepala dan Cara Mengatasinya

Jakara, BI  – Jamur kepala atau tinea capitis merupakan infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dermatofit. Jamur ini tumbuh subur di tempat yang lembap dan melekat pada jaringan keratin yang ada di kulit kepala atau rambut untuk berkembang biak.

Jamur kepala umumnya menyerang anak berusia 3-14 tahun, tetapi orang dewasa juga mungkin untuk menderita penyakit ini.

Penyebab jamur kepala adalah jamur dermatofit, yaitu jamur Trichophyton dan Microsporum. Kedua jenis jamur ini dapat menginfeksi kulit kepala dan masuk ke dalam folikel rambut serta menempel di batang rambut. Infeksi jamur kepala pun dapat menular dan menyebar dengan mudah.

Anda rentan terinfeksi jamur kepala jika bersentuhan dengan orang atau hewan yang sudah terinfeksi jamur tersebut. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui benda yang telah terkontaminasi, seperti menggunakan sisir, handuk, atau topi yang sudah disentuh oleh orang yang terinfeksi jamur.

Risiko untuk terinfeksi jamur akan meningkat jika Anda tidak menjaga kebersihan tubuh dengan baik, sering berkeringat, atau memiliki kekebalan tubuh yang lemah karena menderita kondisi medis tertentu, seperti diabetes, rheumatoid arthritis, atau kanker.

Adanya jamur di kepala ditandai dengan kulit kepala yang kering, bersisik, dan berketombe. Selain itu, kulit kepala juga akan menjadi gatal sehingga keinginan untuk menggaruk pun timbul. Akhirnya, kulit kepala menjadi terluka.

Jamur kepala juga dapat memicu kerontokan rambut sehingga perlu untuk diatasi dengan tepat. Bahkan, pada infeksi yang sudah parah, kulit kepala bisa menjadi berkerak dan mengeluarkan nanah yang akhirnya menyebabkan kerontokan permanen dan terbentuknya jaringan parut. Kondisi ini dikenal sebagai kerion.

Dampak dari infeksi ini tidak boleh disepelekan. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter ketika gejala jamur kepala timbul. Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan jamur kepala yang diderita.

 

 

Beberapa penanganan yang diberikan adalah:

1. Memberikan krim antijamur

Dokter mungkin akan merekomendasikan krim atau salep antijamur untuk dioleskan langsung ke kulit kepala yang berjamur. Krim antijamur yang diresepkan biasanya mengandung ketoconazole, terbinafine, dan asam benzoat.

2. Meresepkan obat oral antijamur

Obat oles atau salep biasanya kurang efektif dalam mengatasi jamur kepala karena fungsinya hanya sekedar menghentikan atau menghambat pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, untuk membasmi jamur kepala, dokter akan meresepkan obat antijamur seperti griseofulvin dan terbinafine hidroklorida.

Kedua obat ini perlu diminum menurut saran dari dokter dan biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi selama kurang lebih 6 minggu atau sampai infeksi jamur hilang sepenuhnya. Meskipun efektif dalam menghilangkan jamur kepala, kedua obat ini umumnya menyebabkan efek samping berupa diare dan sakit perut.

3. Merekomendasikan sampo antijamur

Guna membantu menghilangkan dan menghambat penyebaran jamur, dokter juga mungkin merekomendasikan sampo yang memuat bahan aktif antijamur, seperti ketoconazole dan selenium sulfide.

Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menggunakan sampo tersebut selama beberapa kali dalam seminggu dalam kurun waktu sebulan.

4. Meresepkan obat kortikosteroid

Pada kasus jamur kepala yang sudah berkembang menjadi kerion, pemberian obat kortikosteroid, seperti prednisone, akan dilakukan. Obat ini diresepkan untuk membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko terbentuknya jaringan parut serta kerontokan rambut yang permanen.

Jamur kepala mudah menular, sehingga penting untuk melakukan langkah pencegahan dengan menghindari penggunaan barang pribadi, seperti topi, sisir, ataupun handuk, dengan orang lain. Selain itu, jaga kebersihan kulit kepala dengan baik dan biasakan untuk mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu, termasuk hewan peliharaan kesayangan.[Allodr*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.