
7 Wilayah Malaysia Polusi Parah, Imbas Kebakaran Hutan Indonesia
Sarawak, BI [23/08] – Tujuh wilayah di empat negara bagian Malaysia mencatat indeks polusi udara (Air Pollutant Index/API) di kategori tidak sehat pada Minggu (23/8) pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Data Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index Management System/APIMS) menunjukkan empat wilayah di negara bagian Sarawak mencatat API nyaris di tingkat sangat tidak sehat.
API di Kota Serian tercatat di angka 194, diikuti oleh Kota Kuching di angka 183, Sri Aman di angka 177 dan Samarahan di angka 175.
Tiga wilayah dengan tingkat tidak sehat lain, yakni Johan Setia di Selangor sebesar 157, Sungai Petani di Kedah dengan angka 140, dan Taiping di Perak di angka 121.
Nilai API 0 hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan nilai di atas 300 diklasifikasikan sebagai berbahaya.
Dilansir dari Bernama, Departemen Lingkungan Hidup (Department of Environment/DOE) terus memantau kualitas udara di Malaysia melalui 68 stasiun pengamatan. Pembacaan API diperbarui setiap jam.
Malaysia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia. Kabut asap terbang dari berbagai arah, terutama dari Kalimantan, dan menyebabkan sejumlah wilayah Negeri Jiran diselimuti polusi.
Kabut asap telah menjadi masalah rutin di Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Singapura, karena kedekatan mereka dengan Indonesia.
Krisis terburuk terjadi pada 1997-1998 dan 2015 ketika puluhan orang meninggal dan ribuan orang di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dirawat di rumah sakit akibat masalah pernapasan dan jantung. (blq/pta)




