Tausiah

Multi Keuntungan Orang Yang Berkurban

Penulis: Ustad Muhaemin Karim

Perintah beribadah kurban secara jelas telah dipatrikan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya di atas pelipisnya (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash-Shaffat:102-107)

Para ulama sepakat ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan atau sangat dianjurkan), khususnya bagi mereka yang mampu, dan akan mendapatkan keistimewaan yang luar biasa bagi orang yang berkurban. Di antara keistimewaannya adalah sebagai berikut:

1. Meraih Derajat Takwa

Seperti kita tahu, ibadah kurban merupakan syariat, perintah dari Allah SWT. Orang yang menjalankan ibadah kurban artinya menaati perintah-Nya. Sementara, salah satu tanda takwa adalah menjalankan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Ketakwaan juga bisa dipelajari lewat ibadah kurban sebagaimana kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Ismail dan dicontoh oleh Nabi Muhammad SAW. Kurban menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya”. QS (QS Al Hajj : 34)

2. Belajar Ikhlas  

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi contoh sempurna bagaimana seorang hamba Allah merelakan jiwa dan raganya demi menjalani perintah-Nya.

Keistimewaan bagi orang yang berkurban salah satunya adalah belajar ikhlas. Mulai dari harta atau ternak yang dikorbankan. Manusia saat ini hanya diperintahkan berkurban harta atau hewan kurban, bukan anak sebagaimana yang pernah dialami Nabi Ibrahim.

3. Mendapat Jalan Kebaikan Dunia Akhirat

Orang yang berkurban disertai niat karena Allah semata, maka dia akan mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, dia juga akan memiliki rezeki yang lebih berkah dan kemudahan di akhirat nanti.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah).

4. Berkurban Akan Mendapat Ampunan Allah SWT.

Ibadah kurban pahalanya lebih besar dibanding sedekah biasa. Karena ibadah kurban hanya dilakukan di waktu-waktu tertentu saja. Jadi, berbahagialah para pekurban, karena dengan berkurban, dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT.

Nabi saw. bersabda: “Wahai Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam” (HR. Abu Daud dan at-Tirmizi).

5. Mendapat Ridha Allah SWT.

Keistimewaan selanjutnya bagi orang yang berkurban adalah akan mendapat ridha dari Allah SWT. Allah SWT berfirman:

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Hajj: 37)

Hal demikian mengingat ibadah kurban adalah amalan yang amat dicintai Allah SWT. Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (kurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Jadi bersyukurlah bagi yang telah dan akan berkurban. Karena janji Allah sangat besar untuk orang-orang yang mau berkurban.

6. Menyucikan Harta dan Jiwa

Setiap harta yang kita miliki, pasti ada hak untuk orang lain yang membutuhkan. Selain berzakat, infak dan sedekah, kita juga dianjurkan untuk berkurban untuk menyucikan harta yang dimiliki.

Dengan begitu, kita terhindar dari dosa menahan harta. Karena kita keluarkan berupa hewan kurban yang dibagikan kepada mereka yang kurang mampu. Selain itu, kurban juga mensucikan jiwa dari penyakit hati seperti kikir dan dengki.

Setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.” Dan yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

7. Wujud Syukur dan Bahagia

Orang yang berkurban artinya dia mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga, maka dirikanlah shalat karena Tuhamu dan berkurbanlah”

Selain itu, orang yang berkurban juga akan mendapat kebahagiaan. Bahagia karena telah berbagi dengan sesama. Bahagia karena memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan lewat hewan kurban yang dibagikan.[*]

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.