Kesehatan

10 Sayuran Yang Menyehatkan Jantung

Jakarta, BI [25/07] – Sayuran menyediakan berbagai nutrisi yang dibutuhkan jantung dan pembuluh darah, mulai dari serat, kalium, folat, vitamin C, hingga senyawa fitokimia yang bekerja melawan peradangan dan stres oksidatif.

Lalu, sayuran apa saja yang paling menyehatkan jantung? Cek daftarnya di bawah, ya!

1. Bayam

Keunggulan utama bayam untuk jantung adalah kandungan nitrat alami, kalium, folat, lutein, dan vitamin K.

Nitrat alami dalam bayam dapat diubah tubuh menjadi oksida nitrat, yaitu molekul yang membantu pembuluh darah tetap rileks dan melebar.

Ini penting karena pembuluh darah yang lebih elastis membantu menurunkan tekanan darah dan memperlancar aliran darah.

Sebuah tinjauan menunjukkan bahwa sayuran hijau tinggi nitrat dapat mendukung kesehatan pembuluh darah dan fungsi endotel, lapisan tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah.

Cara terbaik mengonsumsinya bisa ditumis sebentar, dijadikan sayur bening, direbus sebentar. ditambahkan ke smoothie.

2. Kale

Kale termasuk keluarga sayuran cruciferous yang kaya akan serat, vitamin K, C, polifenol, dan karotenoid.

Penelitian menunjukkan konsumsi sayuran hijau gelap berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Kandungan antioksidannya membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat mempercepat aterosklerosis atau pengerasan arteri.

Selain itu, serat dalam kale membantu mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) melalui peningkatan ekskresi asam empedu.

3. Brokoli

Selain tinggi serat, brokoli mengandung senyawa sulfur bernama sulforafan. Sulforafan diketahui memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan protektif terhadap pembuluh darah.

Peradangan kronis tingkat rendah diketahui berperan dalam perkembangan penyakit jantung. Karena itu, makanan yang membantu menekan peradangan berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.

Bonusnya, brokoli juga mengandung kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.

4. Bit

Bit mungkin bukan sayuran yang umum ditemukan di meja makan, tetapi manfaatnya untuk jantung berharga.

Bit merupakan salah satu sumber nitrat alami tertinggi.

Dalam berbagai penelitian, konsumsi jus bit terbukti dapat:

  • Menurunkan tekanan darah.

  • Meningkatkan fungsi pembuluh darah.

  • Memperbaiki efisiensi penggunaan oksigen saat aktivitas fisik.

Sebuah metaanalisis menemukan bahwa suplementasi nitrat dari bit secara konsisten membantu menurunkan tekanan darah sistolik.

5. Pakcoy dan sawi hijau

Pakcoy, caisim, dan berbagai jenis sawi hijau juga bernutrisi, kaya akan vitamin C, K, folat, kalium, dan antioksidan.

Kalium berperan penting dalam membantu tubuh mengatur keseimbangan natrium. Mekanisme ini membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Menurut para ahli, memperbanyak konsumsi makanan kaya akan kalium merupakan salah satu strategi yang mendukung kesehatan jantung.

6. Kubis atau kol

Beberapa kepala sayur kol segar berwarna hijau muda tersusun rapat, menampilkan tekstur daun yang berlapis dan renyah.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran cruciferous seperti kol berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah yang lebih baik.

Kubis mengandung serat, vitamin C, glukosinolat, dan polifenol.

Dalam studi observasional pada perempuan lanjut usia, konsumsi sayuran cruciferous yang lebih tinggi dikaitkan dengan lebih sedikit penumpukan kalsium pada aorta, salah satu indikator kesehatan pembuluh darah.

7. Wortel

Wortel terkenal karena kandungan beta-karoten yang tinggi.

Beta-karoten dan berbagai antioksidan lain membantu mengurangi stres oksidatif, salah satu faktor yang terlibat dalam perkembangan penyakit jantung.

Selain itu, wortel juga mengandung serat larut yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol.

Penelitian menunjukkan konsumsi wortel yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

8. Tomat

Walaupun secara botani tomat adalah buah, tetapi dalam pola makan sehari-hari tomat dianggap sebagai sayuran.

Tomat kaya akan likopen, pigmen merah yang merupakan antioksidan kuat.

Likopen telah banyak diteliti karena potensinya dalam:

  • Mengurangi stres oksidatif.

  • Meningkatkan fungsi pembuluh darah.

  • Membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Sebuah metaanalisis menemukan bahwa kadar likopen yang lebih tinggi dalam darah berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Tips konsumsi: likopen justru lebih mudah diserap tubuh setelah tomat dimasak.

9. Bawang putih

Selama ribuan tahun, bawang putih digunakan dalam berbagai sistem pengobatan tradisional. Komponen aktif utamanya adalah allicin.

Berbagai penelitian menunjukkan bawang putih berpotensi membantu:

  • Menurunkan tekanan darah.

  • Mengurangi kolesterol total.

  • Mendukung fungsi pembuluh darah.

Meski efeknya tidak sebesar obat medis, tetapi konsumsi bawang putih sebagai bagian dari pola makan sehat dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan jantung.

10. Seledri

Seledri mengandung senyawa fitokimia seperti phthalides yang diduga berkontribusi pada relaksasi pembuluh darah.

Selain itu, seledri juga rendah kalori dan mengandung: kalium, vitamin K, dan antioksidan.

Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi seledri dalam membantu pengelolaan tekanan darah, meskipun bukti ilmiahnya masih berkembang dan perlu penelitian lebih lanjut.[*]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.