
Tornado Menerjang Sebuah Desa Di Prancis, Puluhan Orang Terluka
Hong Kong, BI [25/08] – Sebuah tornado menerjang sebuah desa di Prancis barat daya pada hari Senin [24/08], menyebabkan 41 orang terluka dan merusak ratusan rumah, menurut keterangan pihak berwenang.
Otoritas Prancis sebelumnya telah menetapkan status siaga oranye untuk badai di sebagian besar wilayah barat daya negara itu, dan banyak daerah mengalami pemadaman listrik serta gangguan transportasi.
Di departemen Aude, penyelenggara membatalkan etape ketiga lomba balap sepeda Vuelta a Espana yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, setelah badai hujan es memaksa para pembalap mencari tempat berlindung.
Dampak terparah tornado terjadi di desa Pomas yang berpenduduk 1.000 jiwa; diperkirakan 300 rumah rusak, bahkan beberapa di antaranya kehilangan atap akibat terjangan angin.
Lebih dari 120 petugas darurat dikerahkan ke lokasi kejadian, kata pihak berwenang setempat.
Sebanyak 15 orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit.
Di antara korban luka terdapat seorang wanita hamil yang terluka saat rumahnya runtuh menimpanya, ungkap sang suami kepada AFP.
Layanan cuaca nasional, Meteo-France, melaporkan bahwa kecepatan angin mencapai hingga 117 kilometer per jam di desa Arquettes-en-Val yang terletak tak jauh dari lokasi tersebut.
Badai yang melanda wilayah selatan Prancis mengacaukan jaringan transportasi, menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api, penutupan jalan, serta penundaan dan pembatalan penerbangan di bandara Bordeaux, Marseille, Nice, Toulouse, dan bahkan Paris di wilayah utara, kata Menteri Transportasi Philippe Tabarot.
Diperkirakan 2.800 rumah mengalami pemadaman listrik yang tersebar di 10 desa, menurut keterangan pejabat setempat.
Prancis rata-rata mengalami puluhan kejadian tornado setiap tahunnya.
Menurut Meteo-France, dampak pemanasan global terhadap frekuensi dan intensitas kejadian tornado tersebut masih belum jelas. (AFP)




