Warta Migran

4 ABK WNI Masih Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu 

JAKARTA , BI [19/07] – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk pembebasan 4 ABK WNI, yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 yang disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026.

Langkah itu dilakukan lantaran 4 ABK tersebut bekerja di kapal asing. Untuk itu, Mukhtarudin akan berkoordinasi dengan Kemlu.

“Ya itu di Kemlu. Saya koordinasi sama Kemlu dulu ya, karena itu kapal asing, kapalnya kapal asing, dan nanti kita koordinasi sama dari Kemenlu, KBRI-nya seperti apa tindak lanjutnya,” ujar Mukhtarudin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Kendati demikian, Mukhtarudin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Apalagi, kata dia, pihaknya kerap melangsungkan rapat dengan Kemlu setiap minggunya.

“Tapi kita tetap lakukan koordinasi, kok. Setiap minggu kita ada rapat bersama, koordinasi bersama untuk mengatasi persoalan-persoalan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, khususnya pekerja migran. Nanti kita update,” ujar Mukhtarudin.

Sekadar informasi, 4 ABK WNI yang bekerja di kapal tanker MT Honour 25 disandera oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026. Para awak berada dalam kondisi kritis akibat krisis pasokan logistik.

Keluarga korban mendesak pemerintah dan perusahaan kapal untuk segera melakukan negosiasi agar para sandera selamat.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI Nairobi telah mengonfirmasi bahwa mereka terus berkoordinasi dengan otoritas lokal di Somalia dan pihak terkait untuk mengupayakan pembebasan dengan mengedepankan keselamatan para ABK.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.