Kesehatan

Styrofoam Makanan, Ini Risikonya Bagi Kesehatan

Jakarta, BI [08/11] – Styrofoam makanan adalah istilah yang populer di masyarakat untuk menyebut wadah makanan berbahan expanded polystyrene atau polistirena. Jenis kemasan ini kerap digunakan untuk membungkus nasi, mi, gorengan, sup, atau berbagai makanan siap santap.

Risiko kesehatan dari styrofoam makanan berkaitan dengan kemungkinan perpindahan zat kimia, khususnya stirena, dari wadah ke makanan. Tingkat risiko ini dipengaruhi oleh suhu makanan, jenis makanan, waktu kontak, dan kondisi wadah styrofoam makanan.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu Anda pahami mengenai styrofoam makanan:

1. Paparan stirena dari kemasan
Stirena adalah zat utama pembuat polistirena. Dalam jumlah kecil, sisa stirena dapat tetap ada di produk styrofoam makanan.

Paparan stirena dalam kadar tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan saraf, hati, serta saluran pernapasan. Stirena juga digolongkan sebagai zat yang kemungkinan dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama paparan tinggi di lingkungan kerja.

2. Makanan panas dan berlemak meningkatkan risiko perpindahan zat
Makanan baru matang dan masih sangat panas memudahkan bahan kimia berpindah dari styrofoam ke makanan. Selain makanan panas, makanan berlemak/berminyak, seperti gorengan atau hidangan bersantan, juga memiliki efek yang sama. Bahkan, lemak dapat menarik bahan tertentu dari styrofoam, lebih baik daripada air.

3. Berbahaya jika dipanaskan di microwave
Wadah styrofoam makanan sebaiknya tidak dipanaskan, kecuali ada label aman untuk dimasukkan ke dalam microwave. Pemanasan tinggi dapat merusak wadah, melelehkan permukaan, atau meningkatkan perpindahan bahan kimia ke makanan.

4. Tidak untuk dipakai berulang kali
Wadah ini hanya untuk sekali pakai. Jika dicuci lalu dipakai berulang, permukaannya bisa rusak atau tercemar sisa makanan, sehingga risiko kontaminasi kuman dan perpindahan zat kimia makin tinggi.

Penting untuk diketahui, makan dari styrofoam makanan sesekali biasanya tidak langsung menyebabkan keracunan. Akan tetapi, kebiasaan memakai styrofoam makanan untuk makanan panas, berminyak, atau dipanaskan ulang sebaiknya dikurangi, karena paparan kecil yang berlangsung jangka panjang bisa membahayakan kesehatan.

Cara Aman Menggunakan dan Memilih Wadah Makanan
1. Hindari penggunaan untuk makanan yang masih sangat panas
2. Jangan pakai untuk makanan berminyak terlalu lama
3. Hindari memanaskan styrofoam makanan ke microwave
4. Periksa tanda food grade di kemasan
5. Jangan gunakan styrofoam makanan yang rusak atau berubah bentuk

Selain soal kesehatan, penggunaan styrofoam makanan juga berdampak negatif bagi lingkungan karena sulit terurai.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.