Manajer Restoran Dibebaskan Dari Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Wanita Indonesia

Hong Kong, BI [25/10] – Seorang manajer restoran berusia 39 tahun telah dibebaskan dari tuduhan pemerkosaan oleh juri di Pengadilan Tinggi. Kasus ini melibatkan seorang asisten rumah tangga (ART) Indonesia yang mengaku telah diserang dalam pertemuan tatap muka ketiga mereka.
Juri yang terdiri dari lima pria dan dua wanita menghasilkan putusan mayoritas 5-2, menyatakan terdakwa tidak bersalah setelah dua hari musyawarah. Setelah mendengar hasilnya, terdakwa tampak emosional, menutupi kepalanya dengan tangan sebelum bersandar, matanya memerah.
Pengadilan telah mendengar bahwa keduanya awalnya melakukan kontak melalui platform sosial Bigo Live pada Agustus 2020. Pertemuan tatap muka pertama mereka terjadi pada tahun 2021, dengan pertemuan kedua tak lama kemudian. Tuduhan tersebut bermula dari pertemuan pada 14 November 2021.
Sore itu, manajer dan pelapor berusia 28 tahun bertemu di Causeway Bay. Ia kemudian menyarankan untuk menyewa kamar hotel di Jalan Sun Wui agar mereka bisa beristirahat, sebuah usulan yang tidak ditolaknya. Jaksa menyatakan bahwa ia telah secara eksplisit menyatakan tidak akan melakukan hubungan seksual, sebuah syarat yang kabarnya disetujui oleh terdakwa.
Menurut dakwaan jaksa, begitu berada di dalam kamar, situasi memanas. Perempuan itu menuduh bahwa setelah mengizinkan sebuah pelukan, ia kemudian mencoba pergi tetapi dicegah. Ia bersaksi bahwa ia kemudian menahannya di tempat tidur, melepas celana panjang dan pakaian dalamnya, dan melanjutkan hubungan seksual meskipun ia protes secara lisan.
Setelah kejadian tersebut, keduanya berkomunikasi melalui pesan. Perempuan itu mengungkapkan rasa takutnya dan menanyai terdakwa tentang niatnya, yang dijawab oleh terdakwa bahwa jika ia hamil, ia akan bertanggung jawab dan menikahinya.
Perempuan itu kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada majikannya, yang kemudian menemaninya ke kantor polisi untuk membuat laporan. Setelah ditangkap, terdakwa menyatakan dalam sebuah wawancara peringatan bahwa ia menyadari keengganan perempuan itu untuk melakukan aktivitas seksual tetapi tetap melanjutkannya, menyatakan penyesalan atas tindakannya. [BI]



