Techno

Berapa Usia Ideal Anak Punya Gadget Sendiri? …

Jakarta, BI [03/08] – Memiliki gadget pribadi kini menjadi keinginan banyak anak, bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, apakah ada usia ideal bagi anak untuk memiliki ponsel atau tablet sendiri?

Kematangan anak dan kesiapan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab justru menjadi faktor yang lebih penting.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan tidak ada patokan usia yang berlaku sama untuk setiap anak dalam memiliki gaget  pribadi.

Menurut Vera, orang tua perlu melihat apakah anak benar-benar mampu mengendalikan penggunaan gadget sebelum memutuskan memberikannya perangkat pribadi.

Ia menjelaskan, anak dapat dikatakan siap apabila mampu berhenti menggunakan gadget ketika waktu yang disepakati telah habis. Selain itu, anak juga harus mampu menjaga perangkat yang dimiliki dan berani bercerita kepada orang tua apabila menemukan konten atau percakapan yang membuatnya tidak nyaman.

“Anak dapat dikatakan siap jika dia mampu berhenti saat waktunya selesai, menjaga barang dan melapor ketika menemukan konten atau percakapan yang membuatnya tidak nyaman,” jelasnya.

Vera menekankan bahwa memiliki gadget bukan berarti anak memperoleh kebebasan penuh. Sejak awal, keluarga harus memiliki aturan yang jelas mengenai waktu, tempat, dan tujuan penggunaan gadget.

Ia menyarankan agar gadget tidak digunakan saat makan bersama, belajar, menjelang tidur, setelah bangun tidur, maupun ketika anak berada sendirian di kamar.

Selain itu, orang tua perlu mengaktifkan fitur parental control, mengetahui aplikasi maupun permainan yang digunakan anak, serta terus mendampingi aktivitas digital sesuai tahapan usia mereka.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji memberikan panduan yang lebih konkret. Menurutnya, anak sebaiknya belum memiliki gadget pribadi sebelum berusia 13 tahun.

Namun, usia tersebut bukan satu-satunya syarat. “Tidak sebelum 13 tahun untuk kepemilikan gadget pribadi. Dan itu pun dengan syarat ketat,” kata Indra.

Ia menjelaskan, kesiapan digital anak harus menjadi pertimbangan utama. Anak tidak hanya harus mampu mengoperasikan gadget, tetapi juga memahami bagaimana teknologi digital bekerja.

Menurut Indra, salah satu indikator sederhana adalah apakah anak mampu menjelaskan mengapa konten tertentu terus muncul di media sosial atau mengapa iklan yang muncul terasa sesuai dengan minat mereka.

“Kalau anak umur 15 tahun tidak bisa menjelaskan bagaimana algoritma bekerja, dia belum siap punya gadget pribadi. Umurnya boleh 15, tapi kematangan digitalnya masih 9 tahun,” ujarnya.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.