
Apakah Soda Water Aman Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi?
Jakarta, BI [27/08] – Soda water sering dianggap sebagai minuman sehat—bebas gula, bebas kalori, dan memiliki sensasi karbonasi yang menyegarkan, menjadikannya alternatif populer pengganti soda manis.
Namun, sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini mengingatkan konsumen untuk memeriksa kandungan natrium saat membeli soda water, dengan peringatan bahwa “mengonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.”
Lantas, apakah kandungan natrium dalam soda water berdampak pada penderita hipertensi? Para ahli gizi menunjukkan bahwa masalah pencernaan justru mungkin menjadi kekhawatiran yang lebih besar.
Kadar Natrium Berbeda-beda Tergantung Merek Seorang warganet mengaku meminum 3–4 kaleng setiap hari, sementara seorang temannya dilaporkan mengonsumsi setidaknya satu liter sepanjang hari; hal ini memicu kekhawatiran mengenai asupan natrium dan dampaknya terhadap penderita tekanan darah tinggi.
Di antara merek soda water lokal, Schweppes mengandung 23 mg natrium per 100 ml, yang berarti satu kaleng ukuran 330 ml mengandung sekitar 75,9 mg natrium. Watsons mengandung 7 mg per 100 ml atau sekitar 23,1 mg per kaleng, sedangkan Meadows memiliki kandungan natrium 0 mg.
Dua Jenis Utama – Penambahan Natrium untuk Cita Rasa Menurut laporan media luar negeri, ahli gizi terdaftar Sophie Trotman menjelaskan bahwa soda water umumnya terbagi dalam dua kategori: sparkling water (air berkarbonasi alami) dan soda water yang dikarbonasi secara buatan.
Beberapa merek menambahkan natrium agar rasanya lebih mirip dengan sparkling water alami, namun hal ini juga meningkatkan risiko asupan natrium yang berlebih.
Penderita Refluks Asam Lambung atau Masalah Pencernaan Perlu Berhati-hati Soda water biasanya mengandung lebih banyak natrium dibandingkan air biasa, dan konsumsi natrium dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah. Namun, Trotman mencatat bahwa kandungan natrium dalam porsi soda water yang wajar biasanya “sangat kecil” (tidak signifikan).
Perlu dicatat bahwa konsumsi soda water secara berlebihan dapat menyebabkan perut kembung serta memicu atau memperparah refluks asam lambung. Trotman menyebutkan bahwa masalah pencernaan salah satu kliennya membaik setelah mereka berhenti mengonsumsi minuman tersebut.
Beberapa minuman berkarbonasi diduga menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang, namun Trotman mengatakan bahwa “hal ini hanya berlaku untuk minuman berkarbonasi yang mengandung fosfor (asam fosfat).” Soda water itu sendiri tidak mengandung fosfor, sehingga hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Saat memilih air soda, perhatikan 3 hal berikut:
Periksa label informasi nilai gizi: Jika kandungan mineral seperti magnesium dalam air soda tinggi, kadar natriumnya pun cenderung tinggi.
Mengoptimalkan asupan magnesium bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi secukupnya: Batasi hingga 1–2 gelas per hari. Hindari mengganti air putih sepenuhnya dengan air soda; air putih harus tetap menjadi sumber hidrasi utama Anda. Waspadai masalah pencernaan: Mereka yang memiliki masalah pencernaan sebaiknya menghindari air soda dengan kandungan mineral tinggi, karena natrium dapat mengiritasi saluran pencernaan. Refluks Asam Dapat Menyebabkan Tukak Lambung – Risiko Perforasi Mengapa refluks asam menjadi faktor risiko tukak lambung?
Menurut Departemen Kesehatan Hong Kong, tukak peptik (tukak lambung) umum terjadi pada penduduk kota yang sibuk. Kondisi ini terjadi ketika lapisan lendir pelindung lambung atau bagian awal usus halus mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan luka pada lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Kondisi ini muncul akibat ketidakseimbangan antara asam lambung dan lendir pelindung.[BI]




