
Buah – Buahan Yang Dinobatkan Bisa Menghambat Sel Kanker
Jakarta, BI [28/08] – Buah-buahan adalah sumber serat. Bukti ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa makanan tinggi serat dapat menurunkan risiko kanker usus besar. Selain itu, serat membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih, kelebihan berat badan, dan obesitas yang dapat membantu melindungi dari setidaknya 13 jenis kanker.
Karena alasan itulah, rekomendasi pencegahan kanker termasuk menekankan pentingnya konsumsi buah (di samping sayuran, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan) sebagai bagian utama dari pola makan harian.
Berikut buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi:
1. Apel
Polifenol yang ada dalam apel bukan hanya sekadar antioksidan. Senyawa ini juga berperan dalam mencegah peradangan atau inflamasi, melindungi jantung dari penyakit kardiovaskular, serta membantu tubuh melawan infeksi. Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan bahwa polifenol dapat memengaruhi proses biologis tertentu yang berhubungan dengan perkembangan kanker.
Salah satu temuan menarik datang dari sebuah studi pada tahun 2018. Penelitian ini menemukan bahwa phloretin, salah satu jenis polifenol dalam apel, mampu secara signifikan menghambat pertumbuhan sel kanker payudara tanpa merusak sel sehat. Mekanismenya adalah dengan menghambat kerja protein glucose transporter 2 (GLUT2), yang berperan penting dalam pertumbuhan sel kanker pada tahap lanjut.
2. Bluberi
Antioksidan dalam bluberi bekerja melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang berpotensi memicu kanker. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa buah mungil ini dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan memberi perlindungan terhadap beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, dan rongga mulut.
3. Anggur
Di balik kulit tipis anggur merah dan ungu, tersimpan senyawa alami bernama resveratrol. Senyawa ini merupakan antioksidan kuat yang mampu melindungi DNA dari kerusakan sekaligus memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Sejumlah penelitian menunjukkan, konsumsi anggur dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, dan prostat. Cara kerja resveratrol cukup unik, yaitu menetralkan radikal bebas yang merusak sel dan mengurangi peradangan kronis, dua faktor yang berperan besar dalam proses pembentukan kanker.
4. Tomat
Tomat kaya akan likopen, antioksidan kuat yang dalam berbagai studi menunjukkan potensi besar sebagai senyawa antikanker.
Menariknya, memasak tomat justru meningkatkan kadar likopen di dalamnya. Bahkan, ketika tomat dimasak bersama lemak sehat, seperti minyak zaitun, kemampuan tubuh untuk menyerap likopen meningkat lebih optimal.
5. Sitrus
Buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, limau, hingga jeruk mandarin sarat dengan nutrisi penting yang mendukung kesehatan secara menyeluruh dan bahkan dapat membantu menurunkan risiko kanker.
Di dalamnya terkandung vitamin C, serat, serta beragam senyawa bioaktif seperti flavonoid, karotenoid, limonoid, dan terpen. Semua komponen ini bekerja bersama-sama untuk melindungi sel dari kerusakan, mengurangi peradangan, serta menjaga sel tetap sehat.
6. Stroberi
Buah ini kaya akan antioksidan seperti vitamin C, antosianin, dan asam ellagik. Semua senyawa ini bekerja sama untuk menetralisir radikal bebas berbahaya, mengurangi peradangan, dan menjaga sel-sel tubuh tetap sehat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi stroberi secara rutin dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker kerongkongan dan kanker payudara.
7. Delima
Biji-biji delima yang merah berkilau mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker sekaligus mengurangi penyebaran tumor.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jus, ekstrak, maupun minyak biji delima berpotensi memengaruhi berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, kandung kemih, kulit, paru-paru, hingga usus besar. Cara kerjanya adalah dengan mengganggu proses biologis yang memungkinkan kanker berkembang dan menyebar di dalam tubuh.
8. Ceri
Ceri mengandung senyawa antiinflamasi yang tak cuma membantu menjaga kesehatan jantung, yang penting untuk daya tahan tubuh dan sirkulasi darah yang sehat, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko kanker secara keseluruhan.
Buah ini bekerja dengan cara mengurangi stres oksidatif dan peradangan, dua faktor utama yang berperan dalam kerusakan sel dan pembentukan kanker. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa ceri dapat memengaruhi cara sel kanker tumbuh dan bertahan hidup.
9. Alpukat
Alpukat memberi manfaat besar bagi berbagai sistem tubuh, mulai dari kesehatan jantung, mata, tulang, hingga pencernaan. Namun, studi juga menemukan bahwa kemungkinan alpukat juga membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker serta menghambat pertumbuhan sel kanker.
Alpukat mengandung beragam nutrisi yang diduga berperan dalam pencegahan kanker, meski penelitian spesifik masih terbatas. Salah satu studi besar melibatkan 45.289 laki-laki dan 67.039 perempuan untuk menelusuri kaitan ini. Hasilnya, laki-laki yang rutin mengonsumsi alpukat setidaknya sekali seminggu memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, paru-paru, dan kandung kemih.[BI]




