
Wanita Hong Kong Tertipu HK$1,5 Juta, Dua Kali Dalam Sebulan
Hong Kong, BI [24/08] – Dalam upaya putus asa untuk memulihkan kerugian, seorang wanita asal Hong Kong tertipu dua kali dalam satu bulan dan kehilangan sekitar HK$1,5 juta setelah menjadi korban penipuan mata uang kripto.
Kasus ini disorot di halaman Facebook kepolisian “CyberDefender” sebagai peringatan mengenai tren “penipuan sekunder” yang kian marak, yang memanfaatkan kecemasan korban untuk mendapatkan kembali dana mereka yang hilang.
Menurut polisi, wanita tersebut sebelumnya menjadi korban penipuan investasi daring bulan lalu; ia dibujuk oleh pelaku untuk menyetorkan dana hampir HK$1,2 juta guna membeli mata uang kripto di sebuah platform perdagangan palsu.
Karena sulit menerima kerugian yang dialaminya, wanita itu terjebak dalam penipuan sekunder saat menemukan sebuah situs web yang mengaku sebagai “Global Anti-Fraud Alliance” (Aliansi Anti-Penipuan Global).
Ia diperkenalkan kepada seseorang yang mengaku sebagai pengacara, yang menjanjikan akan menghubungkannya dengan seorang “duta anti-penipuan” setelah ia menghubungi layanan pelanggan.
Karena percaya bahwa “duta” tersebut dapat menyerang platform perdagangan penipu itu menggunakan sistem backend untuk mengambil kembali seluruh dananya yang hilang, wanita itu mentransfer tambahan dana sebesar HK$300.000, namun justru mendapati dirinya kembali menjadi korban penipuan.
Polisi menyatakan bahwa para penipu memanfaatkan tekad korban untuk memulihkan kerugian melalui iklan daring, dengan menyamar sebagai firma hukum, organisasi anti-penipuan, atau bahkan kelompok peretas.
Karena korban sangat ingin mendapatkan kembali dana mereka yang hilang, para penipu dilaporkan mendorong situs web palsu mereka ke posisi teratas hasil pencarian, sehingga membuat korban lebih rentan terhadap penipuan sekunder tanpa menimbulkan kecurigaan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menemukan tautan yang mencurigakan dan menyarankan agar tidak mengekliknya tanpa memverifikasi keasliannya terlebih dahulu.
Warga juga diimbau untuk memverifikasi kredibilitas informasi investasi menggunakan situs web atau aplikasi “Scameter”, serta layanan hotline anti-penipuan 18222, guna menilai risiko penipuan.[BI]




