Internasional

Jepang Meminta Warganya Siapkan Stok Kebutuhan Darurat Hingga 7 Hari

Tokyo, BI [28/10] – Setelah Inggris memperingatkan ancaman militer dari negara-negara yang dianggap bermusuhan. Jepang juga mengimbau masyarakatnya menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi kondisi darurat.

Namun, berbeda dengan Inggris yang menyoroti potensi konflik militer, Jepang menitikberatkan imbauan tersebut pada kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi.

Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan imbauan darurat kepada masyarakat pada 2 November mendatang. Tanggal tersebut bertepatan dengan dimulainya operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jepang yang baru.

Dalam pernyataan yang dilaporkan stasiun televisi Jepang FNN pada Selasa (27/10), Hosono menyebut rumah tangga perlu memiliki persediaan yang cukup untuk bertahan setidaknya tiga hari tanpa bantuan dari pemerintah. Jika memungkinkan, masyarakat disarankan menyiapkan kebutuhan untuk satu minggu.

Persediaan itu mencakup air minum, makanan tahan lama, serta perlengkapan sanitasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi situasi ketika gempa bumi atau bencana lain mengganggu pasokan listrik, air bersih, transportasi, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Jepang merekomendasikan masyarakat menyimpan sekitar tiga liter air minum per orang setiap hari. Artinya, satu orang membutuhkan sedikitnya sembilan liter air untuk persediaan selama tiga hari, atau sekitar 21 liter untuk kebutuhan satu minggu.

Selain air, warga dianjurkan menyiapkan makanan yang tidak mudah rusak dan dapat disimpan dalam waktu lama. Beras, makanan kaleng, serta makanan kering menjadi beberapa pilihan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ketika akses ke toko dan layanan publik terganggu.

Perlengkapan sanitasi juga menjadi bagian penting dari persiapan darurat. Pemerintah menyarankan penggunaan toilet portabel atau kantong khusus untuk kebutuhan buang air, dengan perkiraan lima kali penggunaan per orang setiap hari.

Dengan persediaan tersebut, keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus segera bergantung pada bantuan dari luar ketika bencana terjadi.

Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tas darurat yang mudah dijangkau. Isinya antara lain senter, baterai cadangan, power bank, kotak pertolongan pertama, obat-obatan resep, peluit, dan uang tunai dalam pecahan kecil. Perlengkapan tersebut berguna ketika listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, atau transaksi elektronik tidak dapat digunakan.

Imbauan terbaru itu sejalan dengan kebijakan kesiapsiagaan bencana yang telah lama diterapkan Jepang. Negara tersebut berada di kawasan rawan gempa sehingga masyarakat didorong untuk memiliki cadangan kebutuhan pokok sebelum bencana terjadi.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.