
Ikan Lumba-Lumba Mati Di Australia Selatan Akibat Flu Burung
Hong Kong, BI [29/08] – Flu burung H5N1 telah terdeteksi pada seekor lumba-lumba yang mati di Australia Selatan, demikian disampaikan pejabat negara bagian tersebut pada hari Jumat; ini merupakan kasus pertama semacam itu di negara tersebut.
Mamalia laut itu ditemukan mati di Goolwa, yang terletak lebih dari 60 kilometer (37 mil) di selatan Adelaide, menurut Departemen Industri Primer dan Wilayah negara bagian tersebut.
“Meskipun deteksi pada lumba-lumba biasa (common dolphin) ini merupakan perkembangan baru di Australia, terdapat bukti bahwa lumba-lumba dan pesut pernah tertular flu burung H5 di luar negeri,” kata departemen tersebut.
“Lumba-lumba biasanya tidak memangsa burung, namun interaksi di antara keduanya sesekali terjadi dan bukanlah hal yang aneh.”
Selama bertahun-tahun, Australia menjadi satu-satunya wilayah daratan benua yang bebas dari galur H5, yang telah menyebabkan penyakit parah dan kematian pada unggas serta burung liar di seluruh dunia.
Belum ada kasus yang terdeteksi pada unggas maupun dalam sektor produksi pertanian negara tersebut.
Kepala Pejabat Veteriner Australia Selatan, Skye Fruean, mengatakan kepada media bahwa lumba-lumba tersebut diduga telah “memangsa burung atau berinteraksi erat dengan burung liar”.
“Kami mengetahui bahwa lumba-lumba sangat rentan,” ujarnya.
Para pejabat juga mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa virus influenza yang sangat menular tersebut telah terdeteksi pada seekor rubah merah di dekat Adelaide.
Ini merupakan kasus pertama yang terdeteksi pada mamalia darat di Australia, kata Kepala Pejabat Veteriner negara tersebut, Beth Cookson.[BI]




